Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, diduga kuat pemicu antri dalam masyarakat membeli elpiji subsidi di pangkalan karena disparitas harga elpiji tabung tiga kilogram dengan yang nonsubsidi.

"Hari ini kami melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi VII DPR-RI Dapil Kalbar, Maman Abdurrahman, dan Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa serta Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Weddy Surya Windrawan dalam membahas terkait kelangkaan elpiji tiga kilogram di Kota Pontianak," kata Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Kamis.

Sehingga diketahuilah penyebab antrian dan kelangkaan elpiji subsidi di Kota Pontianak, salah satunya masalah disparitas harga. "Tentunya dalam pertemuan itu juga mencari jalan keluarnya, yang permasalahan itu tidak hanya di Kalbar melainkan nasional," ujarnya.

Dia menambahkan, kepada pihak Pertamina, Pemkot Pontianak meminta tegas dalam memberikan sanksi kepada agen atau pangkalan elpiji subsidi yang nakal atau yang menyalahi aturan.

"Bila memang diperlukan, tindakan tegas itu bisa sampai kepada sanksi penutupan tempat usaha. Kami dalam hal ini siap berkoordinasi memantau, termasuk dalam hal pelaku usaha yang seharusnya tidak menggunakan elpiji subsidi hingga diambil tindakan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia mengimbau kepada masyarakat yang mampu agar tidak lagi menggunakan elpiji subsidi tersebut, yang merupakan haknya masyarakat tidak mampu (miskin).

"Selain itu, kelangkaan ini juga dipicu normal baru (COVID-19), dengan dimulainya menggeliatnya pelaku usaha sehingga aktivitas mereka meningkat, ditambah adanya disparitas harga, sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat yang membeli elpiji subsidi untuk dijual kembali dengan tujuan mencari keuntungan," katanya.

Sehingga, menurut Edi, berdampak pada elpiji subsidi yang jumlahnya terbatas, sehingga berdampak langka seperti saat ini. "Kami berharap, masalah antrian elpiji ini bisa diselesaikan secepatnya," katanya.

Dalam mengatasi hal itu, Pemkot Pontianak menyatakan siap bekerjasama dengan Pertamina, dan sudah melakukan operasi pasar di kawasan-kawasan pemukiman, dan termasuk di pasar-pasar tradisional dalam memudahkan masyarakat yang berhak membeli elpiji subsidi itu.

"Dengan dilakukannya operasi pasar itu, maka akan mengurangi antrian masyarakat dalam mendapatkan elpiji subsidi di pangkalan-pangkalan," ujarnya.

Sementara itu, Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan menyiapkan penambahan elpiji subsidi atau tabung tiga kilogram sebanyak 163.440 tabung untuk wilayah Provinsi Kalbar menjelang dan setelah Idul Adha 1441 Hijriah.

"Selain penambahan stok elpiji subsidi itu, Pertamina juga bersama Diskumdag telah melakukan operasi pasar untuk wilayah Kalbar guna memudahkan masyarakat untuk mendapatkan elpiji subsidi dan sesuai harga eceran tertinggi (HET)," kata Region Manager Communication and CSR Pertamina Kalimantan, Roberth MV Dumatubun.

Sehingga, dengan penambahan itu, maka stok elpiji subsidi di lembaga penyalur resmi milik Pertamina, agen dan pangkalan dipastikan aman. 

"Kami juga sudah imbau kepada pangkalan agar dapat memastikan stok ada untuk masyarakat sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Adha dengan tenang. Jika memang ada permintaan dari masyarakat, kami akan penuhi sesuai kebutuhan," ujarnya.

Roberth kembali mengimbau kepada masyarakat untuk dapat membeli elpiji subsidi ke pangkalan resmi Pertamina, karena kualitas dan harga yang dijual sesuai HET. Sementara bagi masyarakat mampu, juga kami imbau untuk segera beralih ke Bright Gas 5,5 kilogram ke atas atau elpiji nonsubsidi

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020