Warga perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat tetap antusias menggunakan hak pilihnya untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang tahun 2020 yang digelar di tengah pandemi COVID-19

“Kami tidak takut datang ke TPS dan tetap antusias memilih pemimpin untuk Bengkayang lebih baik. Penerapan protokol kesehatan (prokes) di tempat saya memilih sangat disiplin,” ujar Andi, warga setempat, saat dihubungi di Bengkayang, Rabu.
 
Ia mengapresiasi penyelenggara yang mendorong dan mewajibkan pemakaian masker, cuci tangan, cek suhu tubuh. Menurutnya hal itu selain menjaga kesehatan juga memberi rasa aman kepada pemilih.

“Logistik datang dari luar dan ditakutkan tersentuh orang yang kena virus, kan khawatir juga. Jadi, dengan kita diminta cuci tangan, pakai masker, dan sebagainya kita merasa aman,” tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Febrianti, yang turut merasa aman dengan pelaksanaan pilkada yang dibarengi pelaksanaan prokes yang ketat.

Dia juga mengaku tidak keberatan dengan kewajiban prokes tersebut, selama hal tersebut berdampak baik bagi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

“Untuk kerepotan, tidak. Malah ini bagus demi kebaikan dan keamanan kita sebagai pemilih,” ujarnya.

Sebelum menggunakan hak pilihnya, warga diarahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu oleh KPPS, memakai sarung tangan, gunakan masker dan cek suhu tubuh.

Ketua KPPS TPS 16, Kelurahan Sebalo Angelina Wiwin menyebutkan antusias pemilih tinggi. Sejauh ini menurutnya pemilihan berjalan dengan lancar dan dan kondusif.

"Kami harap semua berjalan dengan baik, lancar dan aman hingga proses perhitungan suara serta tahap lainnya. Tugas bersama kita menyukseskan pilkada dan penanganan COVID-19 ini,” kata dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020