Anggota DPRD Singkawang Muhammadin meminta pemkot setempat untuk bisa melanjutkan program pembebasan biaya rekening air bersih khususnya kepada pelanggan rumah ibadah.

"Tadi pagi saya sudah melakukan komunikasi dengan Dirut Perumda Gunung Poteng Singkawang dan menanyakan bagaimana kelanjutan program pembebasan biaya rekening air bersih untuk rumah-rumah ibadah," kata Muhammadin, Rabu.

Sebelumnya Perumda Gunung Poteng Singkawang sudah menjalankan program pembebasan biaya rekening air bersih kepada rumah-rumah ibadah selama tiga bulan (Oktober, November, Desember) tahun 2020.

"Mereka sudah menggratiskan biaya air PDAM di rumah-rumah ibadah seperti Masjid, Gereja dan lainnya," ujarnya.

Dalam hal pembebasan biaya ini, Muhammadin selaku Ketua Komisi 2 DPRD Singkawang memberikan apresiasi kepada Perumda Gunung Poteng Singkawang dengan menggunakan dana CSR PDAM.

"Saya berharap ke depannya program ini bisa berlanjut, bisa menggunakan APBD dengan persetujuan Wali Kota Singkawang," ungkapnya.

Karena, program pembebasan biaya rekening ini sangat membantu pengurus rumah-rumah ibadah. Sehingga, dana yang ada di rumah-rumah ibadah bisa digunakan untuk pembangunan atau operasional rumah ibadah.

"Artinya, di sinilah peran pemerintah hadir dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat luas, karena rumah ibadah merupakan milik masyarakat dan sasaran bantuan tentunya sangat tepat," tuturnya.

Ini,lanjutnya, merupakan suatu inovasi yang harus dilaksanakan Pemkot Singkawang. "Kalau sebelumnya dianggarkan melalui CSR, untuk selanjutnya bisa dianggarkan melalui APBD 2021," sarannya.



Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie memberikan apresiasi kepada Dirut Perumda Air Minum Gunung Poteng Singkawang yang sudah memberikan pembebasan pembayaran air bersih pada rumah-rumah ibadah.

"Dengan adanya pembebasan biaya ini tentu akan sangat membantu para pengurus rumah ibadah. Saya berharap program ini bisa berlanjut di tahun 2021," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020