PT PLN (Persero) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menerjunkan tenaga medis yaitu dua dokter dan tiga perawat serta dua unit mobil ambulans untuk membantu pelayanan kesehatan para korban gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat.

General Manager PLN UIW (Unit Induk Wilayah) Sulselrabar Awaluddin Hafid melalui keterangan resminya di Makassar, Minggu, menyebutkan tenaga medis yang dikerahkan ditujukan untuk melakukan pengobatan di Posko PLN dan posko-posko pengungsian.

“Pasca gempa tentu kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan bertambah, apalagi sementara harus tidur di pengungsian, ini sedikit banyak tentu memiliki pengaruh terhadap kesehatan. Jadi kami, kirimkan dokter ke lokasi,” kata Hafid.

Baca juga: Banjir Kalbar-Kalsel, PLN terus berusaha menormalkan pasokan listrik

Sebagai koordinator Tanggap Bencana Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Provinsi Sulawesi Barat, PLN membuka tiga posko bantuan guna membantu korban terdampak gempa, antara lain di Rumah BUMN Majene, Kantor Pelayanan PLN Onang Majene dan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mamuju.

Selain menjadi posko bantuan, dua posko yang berlokasi di Rumah BUMN Majene dan PLN UP3 Mamuju juga berfungsi sebagai dapur umum.

"Makanan dari dapur umum itu dikirimkan ke beberapa pengungsian, termasuk untuk mendukung kebutuhan konsumsi petugas kami selama bertugas lakukan pemulihan kelistrikan," ujar Hafid.

Upaya pemulihan listrik, menurut Hafid, terus dilakukan di berbagai titik yang masih padam, hanya saja personil PLN juga kesulitan karena beberapa wilayah belum bisa diakses lantaran akses jalan yang masih tertutup.

Baca juga: PLN prioritaskan listrik RS untuk tangani korban gempa Sulbar
Baca juga: PLN pulihkan listrik dan salurkan bantuan senilai Rp500 juta di Sulbar
Baca juga: PLN berhasil pulihkan aliran listrik di RSUD Mamuju pascagempa

Pewarta: Nur Suhra Wardyah

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021