Pengelola Arboretum Sylva Universitas Tanjungpura, Dandi Yusup menolak atas pembangunan pagar batas yang dilakukan pihak Fakultas Pertanian Untan.

"Kami menolak pembangunan pagar batas itu. Dan secara pribadi saya menolak sekaligus kecewa atas pembangunan pagar tersebut karena dapat mengurangi luas area Arboretum Sylva,” katanya Dandi Yusuf di Pontianak, Sabtu.

Mahasiswa Fakultas Kehutanan tersebut juga menjelaskan bahwa dengan pembangunan pagar batas tersebut maka telah berdampak mengurangi jangkauan pengelolaan Arboretum Sylva.

“Kami khawatir tanaman di luar pagar tidak bisa diawasi. Terutama tanaman yang berstatus lindungan IUCN (Uni Internasional untuk Konservasi Alam),” jelas Dandi.

Hutan kota yang berada di kawasan Universitas Tanjungpura tersebut memiliki luas 3,48 hektarr. Namun karena pembangunan pagar batas, area tersebut maka berkurang 0,7 hektare. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pihak Arboretum Sylva menggalakkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberadaan hutan kota itu.

“Jadi hingga saat ini, kami ingin mengajak dan menginformasikan kepada masyarakat bahwa arboretum bukan hanya milik mahasiswa kehutanan, tetapi milik semua masyarakat,” katanya.

Pewarta: Rahma

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021