Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) melakukan penelitian rekayasa teknologi tepat guna untuk mendukung Desa Mandiri Energi dengan mengembangkan alat penghasil listrik pikohidro di Kabupaten Sintang.

"Kita mencoba membuat prototipe pikohidro bersama Universitas Muhammadiyah Pontianak, di mana pada tanggal 4 sampai dengan 7 Agustus 2021 kami meneliti manfaat Pikohidro yang kita kembangkan di Kecamatan Tempunak Hulu, Desa Tempunak Hulu dan di Kecamatan Ketungau Hilir," kata Kepala Balitbang Kalbar, Herkulana Mekarryani di Pontianak, Selasa.

Dia menjelaskan, dengan pembangkit listrik pikohidro, tidak membutuhkan debit aliran air yang besar seperti di sungai atau air terjun. Alat tersebut, cukup diletakkan pada aliran air di parit dan turbin akan bergerak sehingga menghasilkan listrik.

Untuk pengadaan satu alat pikohidro juga tidak membutuhkan biaya yang besar, di mana pihaknya menganalisis biaya yang diperlukan hanya sekitar Rp10 juta dan bisa menghasilkan listrik sebesar 200 watt.

"Kemarin kita melakukan uji coba aliran listrik ini untuk 20 KK yang ada di Tempunak Hulu, di mana daerah itu sampai saat ini memang belum dialiri listrik. Sementara ini memang listrik yang dihasilkan dari pikohidro ini hanya untuk lampu saja, sehingga ke depan ini akan terus kita kembangkan agar bisa menghidupkan peralatan rumah tangga lain dengan kapasitas kelistrikan yang lebih besar," tuturnya.

Herkulana mengatakan, dari pengembangan dan penelitian pikohidro yang dilakukan pihaknya tersebut akan disampaikan kepada Gubernur Kalbar, dengan harapan ke depan ini bisa dikembangkan untuk desa lainnya yang belum dialiri listrik.

"Ini tentu sejalan dengan upaya kita untuk mendukung program Desa Mandiri Energi dan percepatan Desa Mandiri di Kalbar. Mudah-mudahan nantinya penelitian ini akan terus berkembang dan hasilnya bisa lebih baik," katanya.

 

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021