Ketua Binpres NPC Kalimantan Barat Ibrahim Chandra mengatakan  atlet Paralympic asal Kalbar bersiap berangkat ke Papua untuk mengikuti kegiatan di Papua.

"Kalimantan Barat siap mengirimkan atletnya untuk mengikuti even Pekan Paralympic Nasional (PPN) Peparnas ke-16. 
Agendanya tanggal 2 hingga 15 November dan kami siap mengibarkan Bendera Akcaya sebanyak mungkin di Tanah Papua," kata Ibrahim di Pontianak, Sabtu. 

Ibrahim mengatakan, para atlet yang akan berangkat nanti bertekad untuk lebih baik mendulang prestasi melebihi teman-teman atlet yang sedang berjuang di PON Papua saat ini.

"Berangkat dari pengalaman Peparnas beberapa tahun yang lalu, prestasi atlet NPC Kalbar lebih meyakinkan sehingga nama Kalimantan Barat berulang kali mengibarkan Bendera Akcaya," katanya.

Ibrahim menjelaskan saat ini semua atlet yang terpilih melalui seleksi ketat dan dilatih pelatih-pelatih yang andal dalam suasana TC/Pelatda. Pelatihan itu dipusatkan di gedung PPLP Kalbar sebagai tempat tinggal selama pelatda berlangsung terutama atlet-atlet yang berasal dari luar Kota Pontianak.

Ada tujuh cabang olahraga yang akan diikutsertakan dalam event Peparnas Papua ke-16. Cabang olahraga angkat berat, atletik, bulu tangkis, catur tuna netra, panahan, renang, dan tenis meja.

Ia mengakui tidak mudah untuk atlet bisa lolos menjadi kontingen NPC Kalbar dalam Peparnas ke-16 pada tahun 2021 ini. Para atlet ini harus melalui pintu klasifikasi atlet untuk menjadi syarat utama bisa atau tidak ikut serta bertanding dalam peparnas.

Begitu pentingnya even ini membuat NPC Kalbar mendatangkan langsung tim Classifier NPC Indonesia Pusat untuk melakukan klasifikasi atlet sehingga pada saat melakukan registrasi di Papua tidak mengalami kesulitan lagi.

Ada beberapa atlet yang dinyatakan tidak lolos klasifikasi dikarenakan ukuran tingkat disabilitas masih tergolong ringan bahkan mendekati kenormalan.

Meski banyak keterbatasan yang dialami NPC Kalbar dalam menuju Peparnas ke-16 di Papua nanti, namun seluruh kontingen baik atlet, pelatih, asisten, dan official telah bertekad untuk bersatu padu membangun semangat kebersamaan mendulang medali sebanyak-banyaknya.

"Sehingga bendera Akcaya berkibar di Tanah Papua," ucapnya.

Ia menyebutkan dalam peparnas kali ini pihaknya melakukan terobosan dengan menampilkan seorang atlet catur klasifikasi tuna netra yang masih sangat muda belia. Hal ini dilakukan karena banyak potensi yang dimiliki oleh disabilitas tuna netra untuk dibina menjadi atlet, di mana peluang mendapatkan medali lebih banyak.

Tentu tidak mudah,  pengurus NPC Kalbar harus meyakinkan kepada calon atlet dan juga keluarga bahwa mereka bisa asalkan diberi kesempatan untuk menjadi atlet.

"Untuk tercapai semua tujuan di atas tentunya tidak mudah oleh sebab itu kami berharap dukungan seluruh Rakyat dan juga Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat senantiasa kami harapkan," kata Ibrahim.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021