Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan perbaikan jalan Lintas Melawi wilayah Sintang Kalimantan Barat terkendala kondisi banjir di daerah tersebut.

"Perbaikan jalan di Lintas Melawi sebenarnya sudah kontrak, tetapi karena banjir jadi tidak bisa. Jadi kita atasi dulu banjir supaya tidak tergenang," jelas Basuki Hadimuljono, saat meninjau kondisi banjir, di Sintang, Kalbar, Kamis.

Basuki menyampaikan untuk saat ini pihaknya akan fokus terhadap pengendalian banjir di wilayah Sintang, salah satunya dengan rekayasa sistem giofak.

"Prediksi dari BMKG akan terjadi banjir jauh lebih besar lagi, sehingga perlu rekayasa pengendalian banjir jangka pendek dengan giofak," ucap Basuki.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan banjir yang terjadi di Sintang cukup berdampak terhadap kerusakan jalan dan bangunan.

"Dampak dari banjir kerusakan jalan dan bangunan tentu pemerintah akan mendata, itu lah salah satu kunjungan Menteri PUPR ini, saya sebagai masyarakat Sintang berterima kasih atas kunjungan langsung bapak Menteri," kata Lasarus.

Dikatakan Lasarus, penanganan banjir di Sintang perlu sinergi antara pemerintah daerah hingga ke pusat, karena hal tersebut menyangkut soal kewenangan.

Menurut dia, ada kewenangan pemerintah daerah dan ada juga kewenangan pemerintah pusat, tidak hanya PUPR.

"Perlu kita ingat, tidak semuanya kewenangan Kementerian PUPR, ada juga kewenangan daerah, perlu ada sinergi program jangka panjang antara daerah dan pusat," jelas Lasarus.

Ia berharap dengan kedatangannya bersama Menteri PUPR ke Sintang untuk mencari solusi penanganan banjir termasuk dampak dari banjir tersebut.
 

Pewarta: Teofilusianto Timotius

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021