Presiden Joko Widodo melakukan penanaman pohon di lokasi bekas pertambangan emas di daerah Kedabang Sintang Kalimantan Barat sebagai upaya penghijauan untuk mengatasi banjir di daerah tersebut.

"Penanaman pohon ini untuk pemulihan lingkungan di lokasi bekas tambang emas, penanaman pohon akan kita lanjutkan ke provinsi-provinsi lain," kata Jokowi, usai menanam pohon di daerah Kedabang Sintang Kalbar, Rabu.

Baca juga: Warga Sintang sebut kunjungan Jokowi pengobat duka setelah banjir

Disampaikan Jokowi, dengan penanaman pohon tadi diharapkan pemulihan lingkungan utamanya di kasmen area di daerah tangkapan air di daerah tangkapan hujan yang di daerah aliran sungai baik sungai Kapuas, sungai Melawi di hulunya ini banyak yang rusak, karena hal-hal yang berkaitan dengan pertambangan dan juga kerusakan hutan karena perkebunan.

Menurut dia, penanaman pohon perbaikan lingkungan untuk bekas tambang tertutup bisa kita kerjakan dengan baik dan akan dilakukan di tempat yang lain.

"Kita akan juga membangun sebuah persemaian di lingkungan sungai Kapuas dalam rangka penanaman kembali rehabilitasi kembali hutan-hutan kita yang rusak," tegas Jokowi.

Diketahui lokasi bekas pertambangan emas tempat Jokowi melakukan penanaman pohon tersebut merupakan lokasi tambang emas yang diperkirakan terjadi pada tahun 90-an.

Baca juga: Wilayah hulu Tepi sungai Kapuas - Melawi perlu ditanami pohon

Selain itu, dalam rangka penanganan banjir untuk jangka pendek pemerintah juga sedang membangun tanggul dari geotube yang di isi pasir di Kelurahan Ladang wilayah Sintang Kalimantan Barat.

Kunjungan Presiden Jokowi ke Sintang di dampingi sejumlah menteri terkait, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Gubernur Kalbar  Sutarmidji, Bupati Sintang Jarot  Winarno dan sejumlah pejabat penting lainnya.

Baca juga: Jokowi sebut Bandara Tebelian mampu layani 75 ribu penumpang per tahun

Pewarta: Teofilusianto Timotius

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021