Wali Kota Pontianak di Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono mengajak para pelaku usaha warung kopi yang ada di kota itu untuk terus bereksperimen meracik kopi agar rasanya terus bisa menyesuaikan dengan keinginan konsumen.

"Saya khusus datang ke sini karena termasuk penggemar kopi dan kebetulan juga senang bereksperimen meracik kopi," kata Edi Rusdi Kamtono usai membuka workshop yang digelar oleh PT Sinergi Kukerja Indonesia di Gedung UMKM Center Pontianak, Jumat.

Baca juga: Berburu kopi lokal Kalbar di Kota "1001 Warkop"

Keberadaan warung-warung kopi dan kafe di Kota Pontianak begitu menjamur, sehingga tidak heran, di setiap penjuru kota itu cukup mudah menemukan warkop dan kafe. Peluang ini dimanfaatkan oleh Kukerja, sebuah perusahaan yang memberdayakan setiap usaha dan sumber daya manusia di Indonesia, dengan menggelar workshop bagi calon barista dari kalangan muda millenial.

Lewat program pelatihan pekerja akademi barista ini, para peserta dilatih tentang proses meracik dan membuat minuman kopi.

Edi Rusdi Kamtono, yang dikenal sebagai penggemar kopi dan owner brand "Kopi Bang Edi" ini mengapresiasi digelarnya workshop barista yang diikuti kalangan muda sehingga mampu mencetak barista-barista berkualitas dan profesional.

Baca juga: Inspirasi mesin kopi untuk pemula

Edi bercerita awal dirinya melakukan eksperimen, dan sejak 10 tahun lalu memulai eksperimen dengan membeli mesin roasting dan membuat kopi khas Kalimantan Barat. Biji kopi didatangkannya dari berbagai daerah di Kalbar seperti dari Rasau, Sambas, Kayong Utara dan Mempawah. Biji kopi olahannya dinamai dengan brand "Kopi Bang Edi", dan dari semua jenis kopi, jenis robusta dan liberica menjadi kesukaannya.

"Saya sekarang sedang mengembangkan kopi jenis liberica, yang jumlahnya sekitar 1.200 pohon," ujarnya.

Ia pun berpesan agar mereka memanfaatkan peluang ini untuk menciptakan lapangan kerja baru. Untuk itu, para peserta diharapkan menekuni pelatihan ini, terutama dalam meracik kopi menggunakan mesin, mulai dari biji kopi hingga menghasilkan minuman kopi.

"Adik-adik datang ke sini pasti punya motivasi ingin memahami bagaimana menekuni profesi barista dalam meracik kopi," kata Edi.

Baca juga: Pelajar Melawi olah tanaman kecombrang jadi kopi Sibung

Menjamurnya warkop dan kafe di Kota Pontianak menjadi sebuah peluang terutama bagi kaum muda, apalagi kebutuhan profesi barista sangat tinggi saat ini. Adanya pelatihan bagi calon barista ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan kafe-kafe terhadap tenaga barista.

"Mereka bisa berkreasi menciptakan minuman khas yang berbahan dasar kopi, baik dengan mesin maupun secara tradisional," katanya.

Baca juga: Liberika Kayong Utara raih legalitas dan resmi jadi varietas kopi pertama di Kalbar

Pewarta: Andilala

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021