Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memastikan stok bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional tersedia dalam kondisi cukup, termasuk komoditas minyak goreng.

"Untuk ketersediaan minyak goreng juga tidak seperti beberapa waktu lalu karena barangnya juga telah ada dan ditambah yang premium juga tersedia banyak di pasaran," katanya usai meninjau sejumlah gudang dan agen tempat penyimpanan sembako di kota itu, Senin.

Menurut dia, meski ketersediaan bahan pokok mencukupi, ada beberapa di antaranya mengalami kenaikan harga tetapi masih dalam batas wajar karena saat Ramadhan kebutuhan masyarakat meningkat.

Dia juga menambahkan, meski terjadi kenaikan harga, namun ketersediaan komoditas tersebut masih banyak di pasaran.

"Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan pangan maupun harga di pasaran, terutama bahan-bahan pokok utama," ujarnya.

Edi memastikan tingkat inflasi di Kota Pontianak masih dalam angka yang seimbang.

Menurut dia, beberapa upaya telah dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak guna mengendalikan inflasi, seperti peninjauan stok pangan di gudang dan agen serta pengawasan secara ketat harga bahan pokok di pasar.

"Kunci untuk mengendalikan inflasi itu adalah menjaga ketersediaan bahan pokok,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dia menambahkan, sepanjang Ramadhan akan terjadi peningkatan kebutuhan, baik itu kebutuhan primer, sekunder maupun tersier.

Hal ini dinilainya sebagai budaya masyarakat Kota Pontianak saat bulan Puasa dan Lebaran, kemudian ditambah mobilitas yang kian tinggi serta warga wilayah sekitar seperti Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kubu Raya yang banyak juga memilih untuk belanja di Kota Pontianak.

"Sudah jadi budaya warga Kota Pontianak, kalau kebutuhan akan makanan itu tinggi. Karena memang kita sadari, Kota Pontianak hampir 75 persen itu Muslim," ujarnya.

Pewarta: Andilala

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022