Kapal peserta West Sumatera Yacht Rally 2022 mulai masuk Ketapang, Jumat. Jajaran Pemerintah Kabuparen (Pemkab) Ketapang kemudian melakukan serangkaian acara penyambutan. 

"Di antara kegiatan penyambutan yakni tarian Adat Dayak dan Tepung Tawar Adat Melayu. Serta makan Ketupat Colet khas Ketapang," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Ketapang, Absalon SE melalui Analis Pariwisatanya, Naufal Maulana. 

Ia menjelaskan dari rencana 32 kapal hanya tujuh yang akan masuk dan tiga sudah di Ketapang. Dua kapal dari Negara Australia dan satu dari USA. "Rencana awalkan tanggal 11 kemaren tapi karena kendala cuaca sehingga baru masuk sekarang," jelasnya. 

Menurutnya para pelaut itu ketika masuk juga langsung diperiksa kelengkapannya. Di antaranya oleh pihak Imigrasi dan Bea Cukai Ketapang. "Nanti mereka nanti akan tour ke tempat-tempat di Ketapang," tutur Naufal. 

"Di antaranya Masjid Agung Al-Ikhlas, Gereja Katedral, Keraton Matan dan beberapa tempat wisata seperti Pantai Celincing. Kegiatan puncap pada tanggal 14 malam Minggu ini yakni gala dinner di Keraton Matan," ucapnya. 

Pihaknya juga menyediakan paket perjalanan untuk para pelaut tersebut. Khususnya ke wilayah-wilayah tertentu seperti ke pantai di Ketapang dan taman di Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara. 

"Jadi nanti mereka pilih mau ke mana, mereka bayar kemudian pergi. Kita bekerjasama dengan warga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat dengan kedatang mereka ini," tuturnya. 

Naufal menambahkan, ketika para pelaut ini bepergian meninggalkan kapalnya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti TNI dan Polri untuk pengamanan kapalnya. 

Kemudian kepada para pelaut ini ketika meninggalkan Ketapang akan diberi bahan seperti brosur atau pamflet. Isinya bahan untuk mempromosikan Ketapang sepeti tempat wisata dan kulier khas Ketapang. 

"Sepengetahuan saya, pada 2017 ke bawa juga ada kegiatan sama. Kemudian para turis datang lagi karena ada yang karena tau dari cerita para pelaut ini. Kata mereka Ketapang ini, alamnya masih asri, masyarakat kita ramah dan aman," jelasnya.  

"Sebab itu, harapan kita ketika para pelaut ini pulang bisa menyampaikan kepada masyarakat di negaranya. Sehingga bisa berdampak menambah kunjungan turis agar semakin banyak ke Ketapang," harap Naufal.

Pewarta: Subandi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022