Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kalimantan Barat (Kalbar) mendorong perusahaan perkebunan sawit untuk memiliki sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai langkah nyata untuk mengendalikan dan menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

"Gapki Cabang Kalbar memberikan perhatian besar terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan kelestarian lingkungan, salah satunya melalui dengan mendorong perusahaan sawit untuk memiliki sertifikat ISPO," ujar Pengurus Gapki Kalbar Andi Muhammad Amin saat kegiatan Sosialisasi Pengendalian Emisi GRK di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan komitmen perusahaan untuk mewujudkan pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan sudah dibuktikan dengan sebagian anggota Gapki Kalbar yang telah memiliki sertifikasi IPSO.

"Saat ini total 32 perusahaan anggota Gapki sudah mengantongi sertifikasi ISPO," kata Andi yang merupakan perwakilan dari perusahaan PT Bumitama.

Menurut dia, Gapki Cabang Kalbar terus menggenjot perusahaan yang menjadi anggota agar segera memiliki sertifikasi ISPO melalui berbagai upaya pendekatan maupun pelatihan.

Berbagai upaya tersebut antara lain dengan membuat aplikasi Gista (Gapki Support Application), Klinik ISPO, serta pelatihan petugas ISPO bagi anggota Gapki Kalbar. Gista adalah adalah aplikasi berbasis web untuk mendukung program sertifikasi ISPO-GAPKI yang dapat dijalankan hampir semua web browser.

"Kami juga menginventarisasi sertifikasi ISPO untuk anggota Gapki, melakukan koordinasi kepada para pihak atau mitra kerja untuk memberikan masukan terkait dengan prosedur sertifikasi ISPO berdasarkan kondisi di lapangan, dan lain sebagainya," ucap dia.

Sementara itu, Fungsional Perencana Muda Bappeda Kalbar Sunanto mengatakan pembangunan Kalbar tidak dapat dipisahkan antara perencanaan pembangunan ekonomi dengan kelestarian lingkungan termasuk di dalamnya upaya penurunan emisi GRK.

Apalagi, lanjut dia, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalbar masih ditopang oleh tiga sektor utama berbasis sumber daya alam, yaitu sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan.

"Kita tahu bahwa sektor perkebunan merupakan sektor unggulan pembentuk PDRB sektor pertanian di Kalbar," kata Sunanto.

Oleh karena itu, menurut dia, pembangunan perkebunan yang berwawasan lingkungan perlu untuk terus didorong sebagaimana yang diharapkan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.

"Adapun indikator kinerja yang akan terus dorong adalah upaya bersama untuk menuju sertifikasi ISPO maupun RSPO baik untuk perkebunan sawit swasta maupun sawit mandiri," ucapnya.

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022