Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indoenesia (PHRI) Kalimantan Barat (Kalbar), Yuliardi Qamal mengatakan bahwa saat perayaan imlek di Kalbar tingkat hunian mencapai 85 persen dan hal itu sangat berdampak pada pendapatan industri jasa perhotelan.

"Kalau hari biasa tingkat hunian hotel rata - rata hanya 65 persen maksimal. Nah, saat imlek mencapai 85 persen," ujarnya di Pontianak, Kamis.

Terkait perhelatan gawai nasional yakni Cap Go Meh pada 5 Februari 2023 mendatang menurutnya akan lebih tinggi lagi. Bahkan untuk di Kota Singkawang sebagai pusat kegiatan bisa 100 persen tingkat hunian hotelnya.

"Untuk acara Cap Go Meh di Singkawang mendatang dipastikan tingkat hunian hotel 100 persen. Bahkan nanti banyak tamu juga harus menginap di homestay karena hotel yang ada semua penuh,"

Ia menjelaskan bahwa tingkat hotel di Singkawang penuh saat Cap Go Meh karena saat ini sebagian besar hotel sudah dipesan oleh calon tamu.

"Wisatawan saat Cap Go Meh itu kan dari segala penjuru nusantara dan bahkan banyak wisatawan mancanegara. Tentu ini sangat menguntungkan industri pariwisata terutama jasa perhotelan dan restoran," papar dia.

Menurutnya, dengan telah dicabutnya pemberlakuan PPKM oleh Presiden Joko Widodo pada hujung tahun 2022 mendorong banyak hal untuk bangkit dan tumbuh. Hal itu lah dapat membuat gerak wisatawan lebih luas yang berdampak pada tingkat hunian hotel.

"Kami siap mendukung pemulihan ekonomi dan kebijakan pemerintah. Harapannya juga sudah saatnya bagaimana membuat kegiatan wisata atau lainnya di Kalbar sehingga ekonomi bergeliat mulai dari hulu dan hilirnya. Kami optimis tahun ini akan jauh lebih baik," kata dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 3 Januari 2023, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Kalbar pada November 2022 sebesar 57,09 persen, naik 6,60 poin dibandingkan Oktober 2022 sebesar 50,49 persen. Sedangkan TPK hotel non-bintang turun sebesar 2,07 poin dari 29,79 persen menjadi 27,72 persen.

Sementara rata-rata lama menginap tamu hotel bintang di Kalbar pada November 2022 selama 1,75 hari, naik 0,09 hari dibandingkan Oktober 2022 yang tercatat selama 1,66 hari. Sedangkan rata-rata lama menginap tamu hotel non-bintang mengalami penurunan sebesar 0,04 hari dari 1,23 menjadi 1,19 hari.

Baca juga: Generai milenial dan harapan di tahun Kelinci Air

Baca juga: Perayaan Imlek dan CGM Singkawang sudah10 kali raih rekor MURI

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023