Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyatakan pihaknya terus berkomitmen memberikan akses dan meningkatkan layanan kesehatan bagi semua kalangan tanpa melihat latar belakang sosial, ekonomi maupun identitas pribadi.

"Pemkot Pontianak selalu berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan kesehatan. Untuk mewujudkannya perangkat daerah khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak agar bahu-membahu membenahi keluhan warga. Kami mendorong mendorong kualitas rumah sakit," ujarnya saat akreditasi RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) melalui Ruang Pontive Center di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan komitmen yang ada sejalan dengan yang tercantum dalam visi misi Kota Pontianak yakni ‘Pontianak Kota Khatulistiwa Berwawasan Lingkungan, Cerdas dan Bermartabat’.

Ia ingin, RSUD SSMA yang berlokasi di Jalan Kom Yos Sudarso itu menjadi pusat pengobatan masyarakat Kota Pontianak. Melalui akreditasi yang dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) diharapkan menghasilkan rumusan kerja yang baik, sehingga kekurangan yang mungkin masih terjadi hari ini dapat segera teratasi.

“Akreditasi ini sangat penting bagi kami untuk evaluasi bersama. Bahkan mungkin menjadi kolaborasi antara RSUD SSMA dengan pihak komisi KARS . Sampaikan saja yang memang perlu disampaikan,” ucap Bahasan.

Ia menilai pelayanan merupakan hal krusial terutama menyangkut kesehatan. Baginya, orang sakit akan bertambah sakit jika dilayani dengan angkuh dan amarah. Untuk itu, ia selalu mengingatkan nakes untuk memberikan pelayanan dengan kasih sayang.

“Kami mohon pula, sembari diusahakan supaya semua masyarakat mendaftarkan kepesertaan di BPJS Kesehatan. Jangan pandang bulu melayani, apakah pasien umum atau BPJS,” pesannya.

Menurutnya, membangun manusia harus dari bawah. Dirinya menilai, memulai kesehatan manusia harus dilakukan sejak bayi. Pengentasan stunting menjadi program prioritas pihaknya.

Data menyebut pada 2023 angka stunting Kota Pontianak adalah 19,7 persen. Setelah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 24,4 persen. Melandainya angka stunting juga bukan tanpa sebab, tetapi karena bahu-membahu dan sinergi antara pihak pemerintah dan masyarakat.

Mengacu target penurunan stunting nasional pada tahun 2024 yaitu 14 persen, berarti Pontianak harus menekan lima persen lagi. Bahasan optimistis dengan pembiayaan anggaran yang bertambah, solusi terhadap masalah stunting segera didapat sehingga mencapai target nasional.

“Apalagi pandemi sudah selesai. Jadi tidak ada hambatan lagi untuk bergerak. Mudah-mudahan, target kami, mengikuti target nasional. Yaitu menurunkan stunting ke angka 14 persen,” tutupnya.

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023