Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat bersama Satpol PP setempat turut mengambil bagian dalam penanganan stunting di provinsi itu dengan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting.

"Dalam upaya menangani masalah stunting anak di Kalimantan Barat, Peran Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kalimantan Barat menjadi sangat penting," kata Pj Ketua TP PKK Kalbar, Windy Prihastari di Pontianak, Kamis.

Dia mengatakan, PKK Kalbar telah meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA) Anggota KORPRI Kalbar yang bertujuan untuk menjadi pendamping bagi anak-anak stunting. Dengan dukungan dari Satpol PP Kalbar, GOTA ini akan membantu memantau tumbuh kembang anak-anak tersebut selama tiga bulan ke depan.

"Pembinaan anak-anak stunting menjadi tanggung jawab bersama. Dengan GOTA Anggota KORPRI, kami akan memberikan perhatian khusus kepada 5 anak stunting di Kelurahan Banjar Serasan," tuturnya.

Satpol PP Kalbar turut berperan dalam pendampingan dan pengawasan program ini. Satpol PP Kalbar menyatakan mendukung penuh GOTA Anggota KORPRI dalam memantau dan memberikan bantuan kepada anak-anak stunting agar mereka terbebas dari masalah gizi buruk.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama TP-PKK dan Satpol PP Kalbar mengajak seluruh stakeholder untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan stunting.

Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan angka stunting di Kalimantan Barat dapat terus menurun dan mencapai target nasional pada tahun 2024.

Melalui inisiatif bersama ini, PKK dan Satpol PP Kalbar menunjukkan komitmen mereka dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas di Kalimantan Barat.

 

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2024