Tim Search and Rescue (SAR) gabungan Toraja berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengerahkan ekskavator dan buldoser untuk mencari korban tertimbun longsor di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

"Kami telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk bantuan buldoser dan eksavator agar bisa dikerahkan untuk membuka akses jalan hingga dapat mempermudah proses pencarian korban yang masih tertimbun longsor," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Mexianus Bekabel dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, bencana longsor terjadi di Dusun Tembaba, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan pada hari ini, Jumat, pukul 10.00 WITA dan menyebabkan satu korban jiwa, dan dua orang dinyatakan hilang.

Mexianus juga menyebutkan, berdasarkan data dari posko SAR gabungan di Dusun Tembaba, Kelurahan Talangsura, Kecamatan Buntau, Kabupaten Toraja Utara, ada delapan korban yang terdampak akibat bencana longsor tersebut.

"Lima orang korban ditemukan selamat, satu orang meninggal di Rumah Sakit Elim, Toraja, dan dua masih dalam pencarian tim SAR," ujarnya.



Adapun nama korban selamat yaitu Lusiana (P/45 tahun), Nobel Gadi (L/35 tahun), Paulus Sirupang (L/42 tahun), Yohana Laba (P/27 tahun), Sabina Samba (P/49 tahun). Sementara korban yang meninggal di Rumah Sakit Elim setelah dievakuasi, yaitu Martina Linting (P/40 tahun).

Dua korban yang masih dalam pencarian yaitu Margareta Tanduk (P/40 tahun) dan Margareta Renbon (P/38 tahun).

Satu orang yang meninggal ditemukan oleh tim SAR gabungan pada jarak enam meter dari titik longsor pada pukul 17.15 WITA.

"Pencarian hingga sore ini (26/6) korban ditemukan yaitu satu orang, atas nama Margareta Tanduk alias Mama Ical usia 40 tahun. Ditemukan sekitar enam meter terseret longsor," ucapnya.

Mexianus juga menegaskan bahwa sejak bencana longsor terjadi pada pagi tadi, tim SAR langsung diterjunkan menuju ke lokasi.

"Para rescuer sudah diperintahkan untuk segera mungkin menuju ke lokasi kejadian," tuturnya.





 

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2024