Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia bersama berbagai komunitas budaya dan olahraga masyarakat menggelar kegiatan Harmoni dalam Gerak Festival Permainan Rakyat Kalimantan Barat sebagai Wahana Edukasi Multikultural di halaman Museum Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

"Anak-anak sekarang ini perlu diberikan ruang aktivitas yang menyenangkan supaya mereka mau bergerak dan berolahraga, karena itu olahraga tradisional harus dikemas semenarik mungkin. Kalau menarik, mereka akan ikut serta dan mau bergerak aktif, sehingga kesehatan tubuh mereka tetap terjaga," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar Harisson saat membuka Festival Permainan Rakyat Kalbar di Pontianak, Minggu.

Pada festival tersebut menghadirkan berbagai permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai sarana edukasi budaya sekaligus mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik berbasis budaya lokal.

 

Harisson mengatakan olahraga tradisional perlu dikemas secara menarik agar mampu diminati generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup modern.

Menurutnya, permainan rakyat tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya daerah, tetapi juga memiliki manfaat besar dalam membangun kebersamaan, mempererat hubungan sosial, serta menjaga kesehatan masyarakat.

"Permainan tradisional ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, kegembiraan, sekaligus aktivitas fisik yang baik untuk tubuh. Jadi, bukan hanya budaya yang dijaga, tetapi juga kesehatan masyarakat ikut terpelihara," tuturnya.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan festival tersebut, termasuk Balai Pelestarian Kebudayaan serta pihak-pihak yang memberikan dukungan melalui program Dana Indonesiana, sehingga kegiatan budaya dan olahraga masyarakat dapat terus berkembang di Kalimantan Barat.

Harisson menilai festival permainan rakyat juga memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi multikultural, karena mampu mempertemukan berbagai kalangan masyarakat tanpa membedakan latar belakang budaya maupun sosial.

“Kalbar ini kaya akan budaya dan keberagaman. Festival seperti ini dapat menjadi ruang yang baik untuk memperkuat persatuan masyarakat melalui olahraga dan budaya. Semua bisa berkumpul, bermain, bergembira dan saling mengenal,” katanya.

 

Ia berharap permainan rakyat khas Kalimantan Barat dapat terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.

“Kalau bukan kita yang menjaga budaya sendiri, siapa lagi. Saya berharap anak-anak muda semakin mengenal permainan tradisional daerahnya sendiri dan bangga terhadap budaya Kalbar,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Rubiyanto mengatakan festival tersebut digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam melestarikan permainan tradisional sekaligus memperkenalkan olahraga masyarakat kepada generasi muda.

“Festival ini bukan hanya kegiatan hiburan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat Kalbar. Kami ingin generasi muda mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan permainan tradisional yang kita miliki,” katanya.

Menurut dia, permainan rakyat juga mengandung nilai pendidikan karakter, sportivitas, dan kebersamaan yang penting diwariskan kepada generasi penerus.

“Permainan tradisional mengajarkan kerja sama, ketangkasan, kejujuran dan kebersamaan. Nilai-nilai seperti ini sangat penting untuk terus ditanamkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Rubiyanto mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tetap hadir dan terlibat langsung dalam festival meskipun cuaca sempat diguyur hujan ringan.

“Ini menandakan bahwa kecintaan terhadap budaya daerah masih sangat kuat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin,” katanya.

Festival tersebut memperkenalkan sejumlah permainan dan olahraga tradisional khas daerah, seperti gasing, sumpit, panahan tradisional, ketapel, rompak, henggerang, hingga galahadang.

 

 

Rubiyanto menambahkan masih banyak permainan rakyat Kalbar yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui kegiatan budaya yang melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.

“Melalui festival ini kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang sehat, gembira, dan penuh semangat budaya. Mudah-mudahan masyarakat semakin mencintai olahraga tradisional dan budaya daerahnya sendiri,” ujarnya.

Melalui pemukulan gong tersebut berlangsung meriah dan dirangkaikan dengan tari jepin bersama yang diikuti mahasiswa, komunitas olahraga masyarakat, serta sejumlah induk organisasi olahraga (Inorga) di bawah naungan Kormi Kalbar.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Festival permainan rakyat Kalbar perkuat budaya dan kebugaran

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026