Bentuk kerja sama itu kami bahas dengan 23 delegasi universitas di China di International Village Ubaya Kampus Tenggilis.
Surabaya (ANTARA Kalbar) - Universitas Surabaya merangkul 23 universitas di China dengan menjalin kerja sama "U to U" (antar-universitas) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian.

"Bentuk kerja sama itu kami bahas dengan 23 delegasi universitas di China di International Village Ubaya Kampus Tenggilis," kata Rektor Ubaya  Prof Joniarto Parung PhD di sela pertemuan di kampus setempat, Jumat.

Delegasi dari 23 universitas di China itu antara lain dari Capital Normal University, Shanghai Jiao Tong University, University of International Business and Economics, Beijing Language and Culture University, dan Shanghai International Studies University.

Selain itu, Beijing University of Chemical Technology, Communication University of China, Shanghai University, East China Normal University, Northwest A&F University, Donghua University, Jiangnan University, Guangxi University, China Medical University, dan Zun Yi Medical College.

Berikutnya, XingYi Normal University for Nationalities, Guizhou University for Nationalities, Guizhou Normal University, Guizhou Power Vocational and Technical College, Kaili University, Guiyang Nursing Vocational College, North China University of Technology, dan Liaoning Medical University.

"Pertemuan itu sangat penting karena kami akan membicarakan masalah yang cukup strategis terkait pelung-peluang yang mungkin bisa kita lakukan bersama, mengingat China sekarang menjadi salah satu negara yang berkembang dengan pesat," kata Kepala Hubungan Internasional Ubaya, Adi Teja Kusuma, B.Bus M.Com.

Selain membahas kemungkinan kerjasama dengan Ubaya, delegasi dari universitas di Cina ini akan diajak berkeliling kampus Ubaya Tenggilis guna meninjau lebih lanjut fasilitas-fasilitas yang ada.

"Harapan dari pertemuan ini, selain saling mengenal antar-universitas, juga terealisasi kerja sama Ubaya dengan peserta lawatan, baik dalam penelitian, pengembangan SDM, pertukaran mahasiswa, sampai pemberian beasiswa," katanya.

(E011)


: Nurul Hayat

COPYRIGHT © ANTARA 2026