Banda Aceh (ANTARA Kalbar) - Ratusan jurnalis berbagai media cetak dan elektronik di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, memperoleh bantuan daging "meugang" seberat sekitar 1,5 kilogram dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Aceh.
Daging "meugang" itu tidak hanya diberikan kepada jurnalis aktif, tapi juga para janda, anak yatim dari keluarga wartawan serta tokoh pers sebagai wujud perhatian setiap menjelang Ramadhan, kata Ketua PWI Cabang Aceh Tarmilin Usman di Banda Aceh, Rabu.
Ia menyebutkan, pada "meugang" (tradisi penyembelihan hewan ternak) Ramadhan 1433 Hijriah atau 2012, PWI Cabang Aceh menyembelih tiga ekor sapi jantan untuk 220 penerima yang dananya bersumber dari anggaran PWI provinsi ujung paling Indonesia tersebut.
"Penting diketahui bahwa setiap hari 'meugang' menjelang puasa bagi masyarakat Aceh sesuatu yang sakral. Dan konsumsi daging sapi masyarakat Aceh setiap 'meugang' di Aceh meningkat," katanya menambahkan.
Bahkan, ia menjelaskan karena peningkatan permintaan daging sapi maka harganya juga melonjak tajam setiap menjelang bulan Suci Ramadhan di provinsi berjuluk Serambi Mekah itu.
"Hari ini saja, harga daging sapi lokal mulai menembus antara Rp90 sampai Rp100 ribu/kilogram. Dan diperkirakan puncaknya bisa mencapai Rp120 ribu/kilogram," kata Tarmilin Usman.
Karena itu, pemberian daging sapi khususnya kepada anggota PWI dan keluarga wartawan di Aceh tersebut memiliki makna berganda, yakni selain sosial juga meringankan para penerimanya.
Penyembelihan sapi dan pembagian daging "meugang" yang dilakukan PWI itu sudah menjadi tradisi sejak berdirinya organisasi profesi wartawan di Aceh tersebut, kata dia menambahkan.
"Artinya bukan ukuran besar atau kecilnya bantuan daging 'meugang' ini. Tapi memiliki banyak makna, namun paling penting adalah rasa kebersamaan dan silaturahmi sesama anggota PWI dan keluarga wartawan serta janda jurnalis di Aceh," kata Tarmilin menjelaskan.
(A042)
