Pontianak (ANTARA) - Kodam XII/Tanjungpura resmi mengawali Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer TNI Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah penguatan disiplin prajurit.
Operasi kali ini tidak hanya menindak pelanggaran konvensional, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap potensi kejahatan siber di lingkungan militer.
Upacara gelar pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura Brigjen TNI Putra Widyawinaya di halaman Markas Pomdam XII/Tpr, Jalan Rahadi Usman, Kota Pontianak, Jumat (13/2).
Operasi yang mengusung tema "TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju" tersebut dimulai dengan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel Polisi Militer dari tiga matra, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 menitikberatkan pendekatan edukatif yang diperkuat melalui modernisasi teknologi informasi.
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Putra Widyawinaya menegaskan bahwa Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta profesionalisme prajurit dan PNS TNI.
Kasdam XII/Tpr menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi tahun ini harus terus dikembangkan guna meningkatkan profesionalisme petugas maupun subjek hukum melalui pendekatan edukatif.
"Pelaksanaan operasi tahun ini harus terus dikembangkan ke arah peningkatan profesionalisme petugas maupun subjek hukum melalui pendekatan edukatif, karena esensinya merupakan proses lanjutan dari upaya pencegahan sekaligus penyelesaian pelanggaran hukum di lingkungan TNI,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual semata tidaklah cukup dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
“Prajurit Polisi Militer TNI tidak hanya dituntut cerdas, tetapi wajib memiliki mental ideologi yang kokoh, pemahaman hukum yang luas, serta menjadi teladan dalam kepatuhan hukum bagi prajurit lainnya,” katanya menegaskan.
Pelaksanaan Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 menjadi momentum konsolidasi fungsi penegakan hukum di lingkungan TNI, seiring dinamika tantangan yang kian berkembang, termasuk di ruang digital.
Melalui komitmen tersebut, Kodam XII/Tanjungpura menegaskan kesiapannya menjaga ketertiban internal sekaligus memperkuat citra institusi yang profesional dan taat hukum.
