"Seharusnya, masyarakat perbatasan lebih memilih untuk bekerja di negeri sendiri. Dengan niat, tekad dan kemauan untuk mengubah semua. Kita yakin masyarakat akan lebih mencintai negeri sendiri dibanding orang lain," kata M Zeet Hamdy di Pontianak, Minggu.
M Zeet Hamdy sehari sebelumnya berkunjung ke Desa Jirak, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas, yang berdekatan dengan Sarawak, Malaysia Timur.
Menurut dia, di desa yang luas wilayahnya 900 hektare dan dihuni 2.949 jiwa itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama untuk meningkatkan pertumbuhan di daerah.
Di antaranya dengan menggali potensi-potensi yang ada seperti pertanian dan perkebunan. "Dua sektor tersebut yang menjadi dasar peningkatan ekonomi masyarakat. Di Desa Jirak misalnya, masyarakat bekerja sebagian besar bertani dan berkebun karet," kata dia.
Namu, lanjut dia, pemanfaatan lahan yang kosong maupun di sekeliling rumah masih sangat minim dilakukan masyarakat.
"Dapat dilihat, masih banyak lahan yang masih kurang diperhatikan, padahal dari hal yang dianggap sepele ini bisa menguntungkan diri sendiri maupun orang lain," ujar M Zeet Hamdy. Lahan kosong itu bisa dimanfaatkan dengan menanam berbagai macam sayur-sayuran seperti cabai, tomat, sawi dan sebagainya.
"Ini benar-benar harus diperhatikan dan diingat oleh masyarakat," kata dia menegaskan.
Ia meminta masyarakat untuk rajin bekerja dan menghilangkan sifat malas atau lainnya yang membuat mereka terus tertinggal. "Kita semua harus terus bersemangat dan memiliki kemauan untuk selalu yakin bahwa apa yang akan dilakukan bisa membawa perubahan bagi daerah kita sendiri," ujar dia.
Pemprov Kalbar, kata dia, siap mendukung masyarakat dalam memaksimalkan potensi daerah yang ada.
"Asal masyarakat serius dan menjalankannya dengan baik serta benar. Kemajuan daerah, berarti kemajuan bagi Kalbar, makanya, maksimalkan lahan merupakan salah satu solusi agar masyarakat memilih bekerja di negeri sendiri," kata M Zeet Hamdy Assovie.
(T011)
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.