"Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya semakin baik. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya sampah pada tempat pembuangan sementara (TPS) di masing-masing wilayah dan berkurangnya volume sampah yang ada di parit maupun sungai," kata Sugiharto di Sungai Raya, Rabu.
Dia mengatakan, upaya pemerintah dalam menciptakan kebersihan itu pun terus dilakukan dengan menyiapkan 20 TPS baru serta mengandalkan 150 anggota dan alat dumtruck sebanyak enam buah, amrol tiga buah, tossa tiga buah untuk masyarakat Kubu Raya.
Sugiharto menyebutkan, saat ini memang dari dinas kebersihan Kubu Raya terus melakukan pembersihan sampah itu secara bertahap dengan melakukan pemetaan. Hasilnya dapat dilihat pada sepanjang jalan Ayani II yang sudah tidak ada lagi TPS yang tidak layak dan ditutup semua untuk daerah tersebut.
"Bukan itu saja masih banyak daerah yang kita prioritaskan untuk kebersihan lingkungan agar bebas dari sa mpah. Makanya, kita terus menyiapkan TPS terbuka maupun tertutup,"katanya.
Namun dia mengakui juga ada beberapa daerah yang membuang anggota kebersihannya kesulitan dalam mengangkut sampah. Hal itu disebabkan masih banyaknya lahan kosong sehingga masyarakat disana seenaknya membuang sampah.
"Seperti daerah Ambawang dan Kiwi, anggota kita selalu kesulitan mengangkut sampah dari masyarakat," tuturnya.
Namun, Sugiharto memberikan apresiasi pada masyarakat yang sudah memiliki kesadaran tinggi untuk membuang sampah pada tempatnya.
Dia juga mengatakan, Dinas kebersihan Kubu Raya saat ini hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Rasau Jaya. Itu pun sudah tidak mampu menampung sampah dari masyarakat.
"Kondisi TPA kita saat ini sangat memprihatinkan, arealnya sudah sempit karena banyaknya volume sampah yang sudah mencapai ketinggian 2-3 meter," katanya.
(pso-171)
Editor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.