Namun, banyak orang mengeluh bahwa susu menyebabkan keasaman, masalah lambung, sembelit dan memperburuk kondisi batuk.
Berikut ini adalah alasan mengapa susu juga dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan tersebut.
Salah satu masalah perut yang umumnya terjadi adalah karena tingkat keasaman susu.
Jika Anda minum susu dalam perut kosong, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya refluks asam, masalah lambung dan sakit kepala.
Ini terjadi karena adanya peningkatan produksi asam lambung sehingga membuat lemah otot perut hingga esofagus, sebagaimana dilansir dari Boldsky.
Selain karena tingkat keasaman, intoleransi protein susu juga dapat menyebabkan sembelit. Ketidakmampuan sistem pencernaan untuk memproses protein dari susu sering menyebabkan sembelit.
Hal ini juga dikenal sebagai intoleransi susu. Sistem pencernaan tidak berfungsi tepat untuk mencerna protein dari susu sehingga mengganggu gerakan usus.
Hal ini menyebabkan usus kecil secara perlahan membuat feses menjadi keras. Jika Anda memiliki kulit yang berjerawat, maka bisa jadi susu adalah salah satu penyebabnya.
Ketidakseimbangan hormon testosteron (pada pria dan wanita), perubahan dihidrotestosteron (DHT) dalam kelenjar sebaceous bisa menyebabkan jerawat.
Susu dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan juga memproduksi sebum atau kelenjar minyak menjadi lebih banyak.
Hal ini menyebabkan terjadinya jerawat. Susu diyakini juga dapat menyebabkan masalah yang terkait dengan tenggorokan yaitu batuk.
Susu atau intoleransi susu dapat memperburuk batuk dan dahak.
Kandungan yang terdapat di dalam susu dapat menimbulkan lendir, sehingga sebaiknya bila Anda sedang menderita batuk sebaiknya hindari untuk meminum susu hingga batuk mereda.
(M048)
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.