Informasi yang dikumpulkan di Jeddah, Jumat menyebutkan sebelumnya, pada 23 Oktober 2012 pukul 15.00 waktu Saudi, atau sehari sebelum jamaah diberangkatkan ke Armina sebanyak 102 anggota jamaah haji Indonesia yang meninggal.
Terjadi peningkatan lebih dua kali lipat dari jumlah sebelum Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Kondisi itu terjadi karena tingkat kelelahan jamaah meningkat setelah menjalankan ritual utama haji.
Ritual utama itu adalah wukuf di Arafah, lalu mabit di Muzdalifah dan mabit tiga hari di Mina berikut tiga kali melontar jumrah, lalu tawaf ifada dan sa'i.
Dari 247 yang meninggal, penyebab utama adalah gangguan jantung 154 orang, gangguan pernafasan 70, infeksi dan parasit sembilan, endoktrin nutrisi lima, gangguan sistem pencernaan empat, penyakit pembuluh darah dan organ satu, sistem syaraf dua, dan keracunan satu.
Dari segi lokasi, yang wafat di Mekkah 194 orang, Mina 24, Madinah 19, Arafah enam, Jeddah dua dan di perjalanan dua orang. Sementara dari segi jenis kelamin, pria 137 dan wanita 110.
Sementara, Daker Jeddah sudah mempersiapkan surat keterangan wafat untuk dikirim ke ahli waris.
Sekretaris Daker Jeddah Nur Alya Fitra menerangkan isi surat pemberitahuan itu antara lain data diri almarhum atau almarhumah, seperti Juju binti Lili Adinata di Nagarawangi RT004/004 Nagarawangi, Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Almarhum dari Embarkasi Jakarta dan tergabung dalam kelompok terbang JKS 8. Bersama surat pemberitahuan itu juga dilampirkan surat keterangan untuk Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jabar.
Isi pemberitahuan itu, nama almarhum atau almarhumah, nama orang tua, usia, jenis kelamin nomor paspor, alamat nomor maktab, embarkasi, kloter, lokasi dan tanggal wafat dan lokasi dimakamkan.
Surat itu diperlukan untuk mengurus santunan dari asuransi.
(E007)
Editor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.