"Harga CPO diperkirakan akan naik hingga 1.100 dolar AS sampai April hingga Mei 2013 yang dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung," kata Thomas Mielke, ekonom Jerman, di Nusa Dua, Bali, Jumat, dalam acara 8th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2012 and 2013 Price Outlook.
Mielke mengatakan, ekspor oils dan fats dari Indonesia dan Malaysia tahun depan juga diperkirakan akan mencapai 42,6 juta ton.
Angka itu, menurut dia, setara dengan 58 persen dari total ekspor oil dan fat dunia.
"Pasokan CPO juga akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni perubahan iklim, dampak ekonomi makro, krisis ekonomi Eropa, dan pergerakan permintaan biofuel," katanya.
Ia menambahkan, stok minyak kelapa sawit Indonesia dan Malaysia akan menjadi faktor utama yang sangat mempengaruhi pasokan CPO dunia.
"Pergerakan penawaran minyak kedelai dan minyak lainnya juga akan naik kecuali minyak bunga matahari," katanya.
Sementara itu, dari sisi permintaan, Mielke memperkirakan China masih akan menjadi importer terbesar dunia untuk CPO dan minyak nabati lain.
Pakistan juga akan menjadi pasar besar yang tetap potensial mengingat negara itu lebih memilih untuk membeli CPO dibanding minyak nabati lain.
(H016)
: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.