Dalam wawancara dengan France 24 pada Kamis (17/1) malam, Ahani menegaskan bahwa Iran memegang sikap yang jelas terhadap terorisme. "Republik Islam adalah korban terorisme dan mengutuk itu," ujarnya.
Ahani mengatakan pendekatan selektif terhadap terorisme harus dihindari. "Hal ini tidak tepat untuk mendukung dan membela teroris yang membunuh orang-orang di Suriah, sementara menentang pemberontak di Mali," tambahnya.
Dia menegaskan Iran mendukung rakyat Suriah dan pemerintah Damaskus adalah sah. "Pemerintah Suriah adalah sah selama didukung oleh mayoritas rakyat Suriah. Damaskus mampu mempertahankan kekuatannya karena dukungan publik meskipun adanya berbagai skenario terhadap mereka," jelasnya.
Berbicara mengenai konflik di Mali, Ahani mengatakan setiap intervensi militer memiliki konsekuensi dan sekarang pertanyaannya adalah apakah aksi militer Perancis akan menguntungkan kepentingan nasional dan rakyat Mali?
Pada 11 Januari, Perancis campur tangan di Mali dengan meluncurkan serangan udara dengan dalih menghentikan kelompok militan. Perancis juga telah meningkatkan jumlah pasukannya di negara Afrika itu. (IRIB/RM)
: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.