"Masalah politik saya menyarankan pada Presiden bahwa saya melihat pilkada yang langsung kabupaten dan gubernur ini menurut saya harus kita pikirkan bersama kembali apakah ini tidak terlalu boros sebagai bangsa," kata Prabowo usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden Jakarta, Senin sore.
Ia menilai ada baiknya proses pemilihan dikembalikan melalui keterwakilan rakyat, yakni pada anggota DPRD namun dengan sistem pemilihan terbuka yaitu semua pihak mengetahui pilihan anggota DPRD atas calon kepala daerah.
"Saya melihat pengalaman, banyak kandidat saya ikut dan saya lihat banyak peluang 'money politics', banyak kandidat akhirnya ambil APBD untuk kepentingan kampanye," kata Prabowo.
Ia menambahkan, "Saya kira ini rahasia umum. Saya sampaikan ke beliau apakah tidak perlu kita pikirkan kembali dan beliau tidak menutup dan terbuka untuk selanjutnya ditinjau."
Namun Prabowo menegaskan pemilihan harus dilakukan terbuka dan diketahui oleh masyarakat banyak.
"Saya berpikir pilkada ini, pilkada kabupaten dan gubernur kita tinjau, dan tetap di DPRD namun tidak rahasia, anggota DPRD yang memilih untuk bupati harus berdiri, jadi rakyat harus melihat, kalau rahasia jadi ada kemungkinan sogok menyogok," katanya.
Pewarta: Panca Hari Prabowo dan M Arif IskandarEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.