Pontianak, (Antara Kalbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi Kota Pontianak, Kalimantan Barat, selama Juni 2013, sebesar 0,22 persen atau turun dibanding bulan sebelumnya sebesar 1,40 persen.
"Turunnya inflasi di Kota Pontianak sepanjang Juni, karena dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi belum terpengaruh pada harga berbagai kebutuhan pokok di kota itu," kata BPS Kalbar Badar, saat menyampaikan berita resmi statistik di Pontianak, Senin.
Badar menjelaskan, inflasi sepanjang Juni 2013 dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada lima kelompok pengeluaran, yakni kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,28 persen; sandang 0,19 persen; kesehatan 0,51 persen, pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,11 persen, dan tertinggi kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 4,35 persen.
"Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu bahan makanan minus 1,88 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau minus sebesar 1,07 persen," ujar Badar.
Selain itu, menurut BPS Kalbar, ada sepuluh komoditas yang ikut menyumbang inflasi, diantaranya tertinggi adalah premium sebesar 0,31 persen; angkutan udara 0,28 persen; tukang bukan mandor 0,04 persen; angkutan dalam kota 0,03 persen, kentang 0,03 persen, mie kering instan; telur ayam ras, dan daging sapi masing-masing 0,02 persen, kemudian keramik 0,01 persen; dan gelas air minum sebesar 0,15 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni) 2013 Kota Pontianak mencapai sebesar 4,30 persen. Sedangkan inflasi periode yang sama pada 2009, 2010, 2011 dan 2012 masing-masing sebesar 0,68 persen; 0,21 persen; 0,80 persen; dan 1,13 persen.
Sementara inflasi tahun ke tahun Kota Pontianak pada Juni 2013 mencapai sebesar 6,96 persen. Pada Juni tahun 2012, inflasi tahun ke tahun Kota Pontianak mencapai 6,83 persen, tahun 2011 sebesar 7,76 persen, tahun 2010 sebesar 5,21 persen.
Dari delapan kota di Pulau Kalimantan yang disurvei, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kota Tarakan sebesar 1,46 persen; disusul Samarinda 1,31 persen; Sampit 1,15 persen; Palangkaraya dan Balikpapan masing-masing 0,74 persen; Banjarmasin 0,41 persen; serta Kota Pontianak dan Singkawang masing-masing 0,22 persen, kata Badar.
Sementara itu dari 66 kota di seluruh Indonesia pada Juni 2013, 65 kota mengalami inflasi dan satu kota yang hanya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Sibolga sebesar 1,96 persen; dan terendah di Kota Bogor sebesar 0,11 persen, sementara itu, deflasi hanya terjadi di Kota Ambon minus sebesar 0,15 persen.
(A057/N005)
Pewarta: AndilalaUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.