"Musim kering ke musim basah membuat minat petani meningkat," kata Hazairin di Pontianak, Sabtu.
Menurut dia, umumnya pada Juni atau Juli, petani hanya sedikit menanam padi. "Padi malah bagus. Sekarang yang harusnya tidak musim tanam, malah sudah menanam," ujar Hazairin.
Terkait anomali cuaca, pihaknya telah memantau beberapa daerah dan melihat pertanian di sana. Ada beberapa daerah yang sudah memasuki musim tanam, di antaranya di Kabupaten Bengkayang dan Kecamatan Toho, Kabupaten Pontianak.
Berdasarkan hal itu, ia memperkirakan pada tahun ini akan terjadi peluang kenaikan produksi padi petani.
Ia menambahkan, Badan Pusat Statistik sudah memprediksi ada peluang kenaikan produksi padi antara 10 sampai 15 persen.
Sementara secara keseluruhan, saat ini produksi padi dari semua sentra penghasil hampir mencapai 700.000 ton dengan masa panen dari Februari hingga Maret.
Sedangkan pada masa panen dari September hingga Desember, diperkirakan ada tambahan produksi sehingga menjadi 1,4 juta ton gabah kering.
"Mungkin bisa mencapai 1,5 juta ton, target produksi tahun ini sebanyak 1,4 juta ton," ujar Hazairin..
Sentra-sentra produksi beras di Kalbar seperti Sambas, Kubu Raya, Landak, Bengkayang, Ketapang, Kayong Utara, dan Kabupaten Pontianak. Khusus Kabupaten Ketapang, produksi diperkirakan meningkat 20 persen.
***3***
T011
(T.T011/B/S004/S004) 20-07-2013 15:13:12
Pewarta: Teguh Imam WibowoEditor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.