"Potensi pedofilia muncul pada korban itu bisa terjadi selama korban tidak mendapatkan penanganan yang tepat," kata Kak Seto saat mengunjungi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Menteng, Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, psikolog itu mengatakan penting bagi pihak keluarga untuk memperhatikan secara seksama nasib korban pedofilia secepatnya.
Kak Seto mengungkapkan kekhawatiran berlanjutnya kasus pedofilia pada AK yang belakangan diketahui menjadi korban kekerasan seksual oleh petugas kebersihan di sekolahnya, Jakarta International School.
"Tapi tetap yang paling utama adalah kehadiran keluarga terutama ibu dan ayahnya," katanya.
"Jangan sampai kasus seperti Robot Gedek (Siswanto) terulang. Mereka harus mendapatkan 'treatment' psikologis atau terapi profesional, sebagaimana para korban robot gedek," kata dia.
Sebelumnya, Robot Gedek menjadi korban pedofilia dari para preman saat dirinya masih anak-anak, hingga saat dia dewasa mengulang perbuatan itu kepada anak-anak.
Komnas PA sendiri pernah mengungkapkan bahwa 60 persen kasus kejahatan terhadap bocah di bawah umur yang ditanganinya menyangkut masalah pedofilia. Sebagian besar dari korbannya merupakan para pekerja anak.
(A061/I. Sulistyo)
Pewarta: Anom Prihantoro: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.