Ngabang (Antara Kalbar) - Kelanjutan program beras keluarga miskin (raskin) di Kabupaten Landak untuk tahun 2015, masih belum jelas. Pemerintah Kabupaten Landak sendiri mengklaim untuk 2014 sudah terserap 100 persen.
"Raskin tahun 2014 sudah diserap semua. Sedangkan untuk tahun ini hingga sekarang belum ada kepastian dari pemerinta pusat. Informasi memang mau dihentikan program raskin, kami sudah rapat evaluasi tingkat provinsi Kabar juga belum ada kepastian apakah dilanjutkan atau tidak pada tahun ini," kata Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Landak, Anem di Ngabang, Kamis.
Namun, kata Anem, untuk tahun ini akan disalurkan beras cadangan pemerintah jatah 1 bulan Desember 2014 lalu. Jumlahnya sama dengan raskin dan sasarannya juga sama. Untuk Kabupaten Landak penerima raskin 28.473 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Sedangkan untuk raskin sebanyak 427.095 kg/bulan dan 5.125.140 kg /tahun.
"Serapan program raskin pada tahun 2014 sudah 100 persen dan kami akui tidak ada masalah di lapangan. Dari Bulog sempat mendapat penghargaan atas serapan raskin, tapi kami malu kalau bisa bukan penghargaan mengenai raskin yang identik banyak kemiskinan benar kita ini," ujar Anem.
Anem menambahkan, Bupati Landak Adrianus Asia Sidot pernah menolak program Raskin pada tahun 2012 . "Tapi karena merupakan program pemerintah pusat mau tidak mau dilaksanakan dan disalurkan kepada masyarakat yang data penerimanya juga sering menjadi masalah di lapangan," kata Anem.
Seperti ramai diberitakan, program raskin rencananya akan dialihkan untuk Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), sehingga nantinya masyarakat tidak akan diberi beras. Sebagai gantinya, masyarakat akan diberi e-money ke rekening mereka, untuk membeli beras.
Pewarta: Oleh Kundori: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.