"Untuk stok sapi di Kalbar cukup, yang paling penting diperhatikan oleh masyarakat, yakni tempat pemotongan dan hewan yang dikurban itu aman, sehat dan halal, sementara untuk kambing hingga kini kami masih melakukan pendataan," kata Abdul Manaf di Pontianak, Sabtu.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap hewan-hewan kurban, agar aman, sehat dan halal.
"Selain itu, kami juga telah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat agar limbah-limbah pemotongan hewan tersebut tidak sampai mencemari lingkungan sekitar pemotongan," ujarnya.
Menurut Manaf sebanyak 14 ribu ekor sapi tersebut, delapan ribu didatangkan dari Madura, dan sisanya sekitar enam ribu hasil pengembangan sapi lokal.
"Kami juga menyiapkan sekitar 20 ton daging beku, untuk antisipasi kekurangan daging sapi potong menjelang Idul Adha," ungkapnya.
Menurut dia, tidak ada masalah untuk stok daging di Kalbar, karena provinsi ini memiliki beberapa daerah penghasil hewan ternak dan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Manaf mengimbau kepada pedagang sapi potong juga tidak menaikkan harga terlalu jauh menjelang Idul Adha dari harga sekarang Rp120 ribu /kilogramnya.
(A057/E001
Pewarta: AndilalaEditor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.