Pontianak (Antara Kalbar) - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Ardias mengatakan untuk tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya penyakit yang berbasis lingkungan di Sambas menurun dengan signifikan.

"Secara umum faktor lingkungan masyarakat yang kurang baik tentu masih menjadi penyebab utama penyakit berbasis lingkungan tersebut. Namun dilihat dari angka penyakit berbasis lingkungan tahun 2016 lalu dan awal tahun ini beberapa penyakit mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya," ujarnya saat dihubungi di Sambas, Minggu.

Ia memaparkan angka penyakit berbasis lingkungan untuk 2016 terdiri atas penyakit DBD 21 kasus yang ditangani, dengan meninggal 0. Kemudian malaria dengan penderita yang positif, 10 kasus dengan penderita suspek klinis atau yang negatif sebanyak 6.918 kasus, dengan kasus meninggal juga tidak ada.

"Sedangkan untuk kasus diare yang ditangani mencapai 11.328 kasus. Sementara filariasis atau kaki gajah tidak ada ditemukan tahun 2016, dari kasus ditemukan sejak tahun 2000 lalu terdapat sebanyak 85 kasus yang tersisa masih tercatat 62 penderita. Untuk tahun ini angkanya masih rendah," kata dia.

Ia mengatakan untuk antisipasi penyakit berbasis lingkungan yakni tentu dengan secara tetap arahnya ke perbaikan lingkungan.

"Kalau lingkungan bagus tentu penyakit berbasis lingungan tersebut dapat ditekan. Program kesehatan lingkungan, di situ memang harus banyak beraktifitas berinovsi. Sekarang dalam hal itu mengacu kepada sanitasi total berbasis masyarakat," kata dia.

Dijelaskannya dalam sanitasi total berbasis masyarakat terdapat lima pilar yakni stop buang air besar sembarang tempat, cuci tangan, pakai sabun, limbah rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan air bersih rumah tangga.

"Dalam pengelolaan air bersih ini artinya air yang ditampung dalam tempayan harus ditutup, kemudian kalau akan diminum air tersebut dimasak terlebih dahulu. Kalau semua desa di Kabupaten Sambas sudah menerapkan lima pilar tersebut saya yakin tidak akan ada masyarakat berbondong-bondong ke rumaah sakit," jelasnya.

(KR-DDI/N005)

Pewarta: Dedi
Editor : Nurul Hayat

COPYRIGHT © ANTARA 2026