Perlu cari akar masalah ketika akan memberantas perjudian dengan sistem daring (
online). Salah satunya adalah memblokir situs web judi toto gelap (togel).
Namun, pada kenyataannya masyarakat masih bisa mengakses situs tersebut. Cukup tulis "togel" di Google Penelusuran (Google Search) bakal muncul sejumlah situs web, baik "Togel Hongkong maupun "Togel Singapore".
Kenapa masih bisa diakses? Menurut pakar keamanan siber dari CISSReC Dr. Pratama Persadha, masyarakat masih bisa mengakses situs web judi togel karena Kementerian Komunikasi dan Informatika baru memblokir domain atau internet protocol (IP) address-nya saja.
Dalam hal ini, pemilik sistem paham akan ilegalnya perjudian. Mereka lantas menyembunyikan datanya di server (peladen) yang menggunakan
proxy agar susah mencari isi
website tersebut.
Dengan menyembunyikan data di
proxy server, mereka mengamankan jaringan komputer pribadi yang terhubung dengan jaringan publik. Dengan demikian, hanya pengelola situs web tersebut yang bisa akses jaringan internet dengan domain berbeda.
Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Pratama Persadha menyebutkan server situs web judi togel biasanya berada di luar negeri, yakni Kamboja, Filipina, dan Taiwan.
Kalaupun domainnya diblokir,
hosting-nya (tempat
file dan data) masih ada sehingga mereka mengakalinya dengan membeli domain baru.
Sementara itu, harga domain (IP
address) terbilang murah sekitar Rp80 ribu sampai Rp100 ribu jika dibandingkan dengan hasil judi yang sampai ratusan juta rupiah atau bahkan miliaran rupiah.
Tidak pelak lagi, kata Pratama, pelaku terus-menerus membeli domain sehingga masyarakat masih bisa mengakses situs web togel.
Baca berita selengkapnya: Hati-hati penyusupan iklan judi "online" di situs pemerintah