Bengkayang, Kalbar (ANTARA) - Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mencatat sebanyak 1.375 wisatawan/tamu dari negara Malaysia sudah hadir pada 31 Mei-1 Juni 2025 untuk mengikuti ajang budaya "Gawia Sowa" di Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
"Total sudah ada 1.375 tamu/wisatawan yang hadir di Jagoi Babang Bengkayang untuk mengikuti acara 'gawia sowa' atau tahun baru padi yang ke-185 Tahun Dayak Bidayuh bijagoi," kata Plt. Kepala Disporapar Kabupaten Bengkayang, Rudi Hartono di Bengkayang, Senin.
Gawia Sowa merupakan tradisi Suku Dayak Bidayuh sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, kesehatan, dan keamanan kepada Tuhan serta roh leluhur.
Gawia Sowa ini berlangsung selama tiga hari yaitu mulai tanggal 1 Juni hingga puncaknya pada 3 Juni 2025.
Pada puncak perayaan kata Rudi, akan ada serangkaian kegiatan dilakukan seperti ritual adat ngilaga, tarian sigal sinoyan, pertunjukan alat musik tradisional Silotuang, sigel bilamax mengelilingi rumah adat pangah bipokat dan atraksi kebudayaan.
"'Event' tahunan ini sangat menarik wisatawan luar negeri terutama Malaysia yang juga memiliki sub suku yang sama dengan bijagoi," katanya.
Dia berharap kunjungan wisatawan Malaysia di Bengkayang tepatnya perbatasan ini dapat meningkat terus setiap tahunnya dan mendatangkan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi warga sekitar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono mengatakan lewat ajang budaya ini dapat menjadi perekat hubungan kedua negara. Dan melalui budaya ini juga dapat menyatukan berbagai kepentingan dan administrasi kenegaraan dan kepemerintahan dalam satu kekerabatan budaya.
"Hubungan keduanya sudah turun temurun karena hubungan etnis Bidayuh antara Jagoi dan Serawak sangat dekat biasa setiap gawai mereka tetap saling kunjung karena selain serumpun juga ada ikatan kekeluargaan juga," kata Heru.
Selain mendatangkan dampak positif hubungan antar dua negara, acara ini juga membawa berkah secara ekonomi karena juga mendatangkan devisa buat negara dan mendorong adanya perputaran uang yang ada di perbatasan .
"Yang dulunya disparitas sosial ekonomi cukup tinggi maka melalui 'event' budaya ini bisa teratasi," ujarnya.
Heru berharap dengan ajang budaya yang dilakukan di Bengkayang ini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa khususnya.
Selain itu, pertukaran budaya juga akan memacu peningkatan tingkat pemahaman dan nilai-nilai pentingnya pendidikan. Pendidikan juga akan termotivasi bahwa melalui budaya cikal bakal tumbuhnya nilai-nilai karakter yang kuat bagi bangsa.
"Harapannya 'event' budaya ini akan membawa dampak cerdas dari sisi budaya dan berkarakter dari budaya pula yang pada gilirannya akan terwujudnya Bengkayang sebagai Kabupaten yang berbudaya berkelanjutan. Maju dalam pendidikan masyarakatnya, maju dalam budaya dan ekonominya," ujarnya.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026