Sentani (ANTARA) - Sekolah Adat Negeri Papua di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua mendorong pelestarian bahasa ibu sebagai upaya menjaga identitas budaya Orang Asli Papua (OAP) di daerah ini.
Direktur Sekolah Adat Negeri Papua Orgenes Monim di Sentani, Senin, mengatakan bahasa daerah merupakan pintu masuk utama untuk memahami pengetahuan lokal, nilai-nilai adat serta sejarah komunitas.
"Bahasa ibu bukan sekedar alat, tetapi warisan pengetahuan leluhur. Bila bahasa hilang maka kita kehilangan cara pandang dunia yang unik dari masing-masing suku," katanya.
Menurut Orgenes, Sekolah Adat Negeri Papua mengembangkan pendekatan pendidikan berbasis komunitas, dengan menjadikan bahasa ibu sebagai fondasi dalam proses belajar.
"Anak-anak diajak memahami cerita rakyat, nama tempat, hingga ritual adat dalam bahasa mereka sendiri, yang selama ini mulai tergeser oleh bahasa Indonesia atau bahasa asing," ujarnya.
Dia menjelaskan, pelestarian bahasa ibu bukan hanya soal mengajar anak-anak berbicara dalam bahasa lokal, tetapi juga mendorong orang tua dan komunitas agar kembali menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun lingkungan adat.
"Kami melihat ada kekhawatiran besar bahwa generasi muda sekarang tidak lagi memahami bahasa nenek moyangnya, ini ancaman nyata terhadap keberlanjutan budaya," katanya lagi.
Dia menambahkan, Sekolah Adat Negeri Papua menggandeng para tetua adat dan penutur asli sebagai pengajar informal, agar proses belajar berjalan secara alami dan kontekstual, program ini dijalankan pada sejumlah kampung yang masih memiliki penutur bahasa lokal aktif.
"Kami berharap ke depan ada regulasi daerah yang secara khusus mengatur tentang perlindungan bahasa ibu, termasuk dukungan terhadap riset, dokumentasi dan revitalisasi bahasa-bahasa lokal yang terancam punah di Tanah Papua," ujarnya lagi.
Pewarta: Agustina Estevani JanggoUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026