Tanjungpandan (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan pengamatan hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah dari kawasan wisata Pantai Tanjungpendam terhalang awan tebal sehingga penetapan awal bulan puasa itu menunggu keputusan Kemenag RI.
"Dari pengamatan hilal pukul 18.05-18.09 WIB, kami mengalami kendala alam yakni tertutup awan tebal," kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Belitung Suyanto di Tanjungpandan, Selasa (17/2).
Berdasarkan pengamatan tim perukyat dari BMKG Tanjungpandan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Belitung, dan petugas Kantor Kemenag Belitung, hilal tidak terlihat karena tertutup awan tebal yang bergumpal.
"Sudah kita saksikan bersama-sama bahwa tim perukyat dengan peralatan yang ada dan sesuai dengan waktu pengamatan hasilnya adalah hilal tidak terlihat karena tertutup awal tebal," ujarnya.
Ia menjelaskan kawasan wisata Pantai Tanjungpendam menjadi salah satu lokasi pantau nasional pengamatan hilal awal Ramadhan 1447 Hijriah. Total 96 lokasi pantau tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Dia menjelaskan hasil pengamatan hilal dari tempat tersebut akan dilaporkan secara berjenjang melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga Kemenag RI guna menjadi bahan sidang Isbat penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah di Jakarta.
"Hasil ini kami laporkan kepada Kemenag RI di Jakarta sambil menunggu hasil dari 96 titik pantau nasional lain, kemudian akan disidangkan dalam sidang Isbat penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah," katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil keputusan sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah yang akan digelar selepas Shalat Isya, Selasa (17/2) malam.
"Jadi kita tunggu hasilnya apa un pada saat diumumkan oleh Menteri Agama dalam sidang isbat nanti (17/2)," ujarnya.
