Bengkayang (ANTARA) - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di wilayah setempat tidak hanya dimaknai sebagai tradisi budaya dan spiritual, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mendorong kebangkitan ekonomi daerah, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Imlek bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa, melainkan momentum harapan baru yang harus dimanfaatkan untuk menggerakkan berbagai sektor produktif, mulai dari perdagangan rakyat, UMKM, hingga pariwisata berbasis budaya," ujar Wali Kota di Singkawang, Rabu.

Menurutnya, tradisi tahunan ini telah terbukti mampu menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, aktivitas belanja masyarakat, serta tumbuhnya peluang usaha temporer maupun berkelanjutan bagi pelaku UMKM lokal.

Wali Kota menyebut Singkawang memiliki kekuatan unik berupa keberagaman budaya dan toleransi sosial yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga perayaan Imlek dan Cap Go Meh harus terus diarahkan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan.

Sementara itu, dia menyebut bahwa Festival dan Expo UMKM yang berlangsung selama 18 hari, mulai 15 Februari hingga 4 Maret 2026, dirancang tidak hanya sebagai ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga sebagai ruang promosi dan transaksi ekonomi bagi ratusan pelaku UMKM Singkawang.

Selain itu kegiatan pameran pembangunan, hingga panggung hiburan seni tradisional dan modern, tambah dia, secara langsung mendorong peningkatan omzet pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, serta sektor jasa pendukung lainnya.

Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen menjadikan event budaya berskala besar sebagai instrumen penguatan ekonomi daerah, sekaligus wadah pemberdayaan UMKM agar naik kelas dan mampu bersaing secara berkelanjutan.

Ia juga menilai penyelenggaraan festival yang beriringan dengan bulan suci Ramadhan semakin memperlihatkan wajah Singkawang sebagai kota toleran yang harmonis, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan untuk berkunjung dan berbelanja.

Selain berdampak pada sektor perdagangan, perayaan Imlek dan Cap Go Meh juga memberikan efek berganda terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan ekonomi kreatif, yang secara kolektif memperkuat struktur ekonomi lokal.

Ketua Pelaksana Panitia, Bun Chin Tong menyampaikan bahwa rangkaian Festival Imlek dan Cap Go Meh 2026 akan berlangsung selama 18 hari, mulai dari tanggal 15 Februari hingga 4 Maret 2026.

"Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari pameran budaya dan pembangunan, panggung hiburan seni tradisional dan modern, hingga Expo UMKM yang melibatkan ratusan pelaku usaha lokal," katanya.

Dia menambahkan, ada 236 gerai UMKM di dalam area stadion dan 74 gerai di luar area serta dukungan dari 19 sponsor yang turut menyemarakkan kegiatan.

Baca juga: Polisi lakukan pengamanan ketat ibadah Imlek di Bengkayang

Baca juga: Bupati Kubu Raya tekankan Imlek di Kalbar membawa pesan persatuan



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026