Jakarta (ANTARA) - Dekan sekaligus Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Eni Harmayani meluruskan miskonsepsi tentang pangan ultra olahan atau ultra processed food (UPF) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Eni menekankan pentingnya pendekatan ilmiah yang berimbang dalam melihat isu pangan olahan karena diskursus mengenai UPF tidak dapat dipandang secara hitam putih, mengingat sistem pangan modern tidak dapat dilepaskan dari peran teknologi pengolahan.
"Kita tidak bisa memilih satu ekstrem. Kebijakan pangan harus disusun secara proporsional dan berbasis ilmiah, agar tetap melindungi kesehatan masyarakat sekaligus realistis terhadap kebutuhan sistem pangan nasional," ujar Eni dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Ia menegaskan pentingnya edukasi yang berbasis sains untuk meluruskan pemahaman publik mengenai pangan olahan. Selama ini, persepsi publik cenderung menyamaratakan pangan ultra olahan sebagai makanan tidak sehat.
Sementara Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Gunalan menegaskan, pemahaman mengenai UPF penting agar tidak menimbulkan stigma yang dapat menghambat penyediaan pangan bergizi dalam skala nasional.
"Istilah UPF sering dipahami secara sederhana dan disamaratakan sebagai pangan tidak sehat. Padahal, yang lebih penting adalah mutu gizi, keamanan, dan kesesuaian dengan kebutuhan penerima manfaat. BGN terus membuka ruang-ruang diskusi ilmiah untuk meluruskan persepsi sekaligus memperkuat literasi publik," ucapnya.
Ia mengemukakan, klasifikasi UPF tidak dirancang untuk menilai kualitas gizi secara langsung. Risiko kesehatan lebih dipengaruhi oleh konsumsi berlebihan, komposisi yang tidak proporsional, serta ketidaksesuaian dengan pedoman gizi seimbang.
BGN bersama para pemangku kepentingan terus menghasilkan rekomendasi berbasis sains guna mendukung kebijakan pangan yang tepat, sekaligus memastikan Program MBG tetap fokus pada pemenuhan gizi, keamanan pangan, serta kebermanfaatan bagi seluruh penerima manfaat di Indonesia.
