Anyaman Manik Dayak
- 24 Mei 2016 10:54
Seorang perempuan Dayak merangkai manik-manik kreasi, di arena Pekan Gawai Dayak ke-31 di Rumah Radakng, Pontianak, Kalbar, Senin (23/5). Lomba menganyam manik-manik yang dapat dikreasikan menjadi dompet, gelang serta pakaian dengan warna dominan kuning dan merah tersebut, merupakan salah satu upaya untuk melestarikan kerajinan unggulan etnik Dayak dari Kalbar. FOTO ANTARA/Jessica Helena Wuysang/16
Seorang perempuan Dayak merangkai manik-manik kreasi, saat mengikuti lomba anyam manik di Pekan Gawai Dayak ke-31 di Rumah Radakng, Pontianak, Kalbar, Senin (23/5). Anyaman manik-manik yang dapat dikreasikan menjadi dompet, dasi, gelang serta pakaian dengan warna dominan kuning dan merah tersebut, merupakan salah satu kerajinan unggulan etnik Dayak dari Kalbar. FOTO ANTARA/Jessica Helena Wuysang/16
Seorang perempuan Dayak merangkai manik-manik kreasi, saat mengikuti lomba anyam manik di Pekan Gawai Dayak ke-31 di Rumah Radakng, Pontianak, Kalbar, Senin (23/5). Anyaman manik-manik yang dapat dikreasikan menjadi dompet, dasi, gelang serta pakaian dengan warna dominan kuning dan merah tersebut, merupakan salah satu kerajinan unggulan etnik Dayak dari Kalbar. FOTO ANTARA/Jessica Helena Wuysang/16
Empat perempuan Dayak merangkai manik-manik kreasi, saat mengikuti lomba anyam manik di Pekan Gawai Dayak ke-31 di Rumah Radakng, Pontianak, Kalbar, Senin (23/5). Anyaman manik-manik yang dapat dikreasikan menjadi dompet, dasi, gelang serta pakaian dengan warna dominan kuning dan merah tersebut, merupakan salah satu kerajinan unggulan etnik Dayak dari Kalbar. FOTO ANTARA/Jessica Helena Wuysang/16