Jakarta (ANTARA) — Novo Nordisk mengumumkan bahwa otoritas kesehatan Amerika Serikat, U.S. Food and Drug Administration, telah menyetujui insulin basal kerja panjang mingguan untuk orang dewasa dengan diabetes tipe 2.

Insulin basal dengan injeksi 700 units/mL tersebut diindikasikan sebagai terapi pendamping diet dan olahraga guna membantu meningkatkan kontrol glikemik atau kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2 dewasa. Persetujuan ini menjadikan terapi tersebut sebagai salah satu opsi baru bagi pasien yang sebelumnya mengandalkan insulin basal harian.

Persetujuan FDA diberikan berdasarkan hasil ONWARDS phase 3a programme in type-2 diabetes for once-weekly injection, yakni program uji klinis yang melibatkan sekitar 2.680 orang dewasa dengan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol.

Program tersebut terdiri atas empat uji coba acak, active-controlled, treat-to-target yang membandingkan insulin basal mingguan dengan insulin basal harian. Hasil uji klinis menunjukkan insulin basal mingguan memberikan pengurangan kadar HbA1c yang sebanding dengan insulin harian pada pasien diabetes tipe 2 dewasa.

Selain itu, profil keamanan insulin basal mingguan secara keseluruhan dinilai konsisten dengan insulin basal harian.

Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar, mengatakan persetujuan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi terapi diabetes.

“Ketika beberapa pelaku industri farmasi mulai mundur dari kategori insulin, kami justru menegaskan komitmen kami dalam mendukung inovasi, akses, dan pasokan bagi jutaan pasien yang bergantung pada insulin setiap hari,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Di Indonesia, tantangan diabetes masih cukup besar. Berdasarkan data International Diabetes Federation, lebih dari 20 juta orang dewasa di Indonesia hidup dengan diabetes.

Sementara itu, kepatuhan pengobatan pasien diabetes masih menjadi kendala. Studi yang dipublikasikan dalam Marmara Pharmaceutical Journal pada 2025 menemukan sebanyak 43,4 persen pasien diabetes tipe 2 merasa terbebani karena harus menjalani pengobatan setiap hari, sedangkan 28,4 persen lainnya mengaku sering lupa menjalani terapi.

Kondisi tersebut membuat insulin basal mingguan dinilai berpotensi menjadi alternatif terapi yang lebih praktis untuk membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien diabetes.

Selama lebih dari dua dekade, menyatakan terus mendukung penanganan diabetes di Indonesia melalui berbagai inovasi terapi, termasuk insulin koformulasi dan terapi GLP-1 untuk diabetes tipe 2 maupun obesitas.

Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai maupun mengubah terapi pengobatan diabetes.

Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire

COPYRIGHT © ANTARA 2026