Jakarta (ANTARA Kalbar) - Peran pustakawan seharusnya tidak terhenti pada kegiatan teknis seperti pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka namun harus diarahkan pada upaya pengkajian dan pengembangannya.

Pada tahap ini para pustakawan di Pusat Dokumentasi & InformasiI Ilmiah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI) sudah mengawalinya lewat karya berbentuk buku berjudul "Tracking Hasil Riset Kompetitif LIPI 2003-2007 yang diiringi format digitalnya.

Meski cantuman tahun memberi kesan bahwa buku ini publikasi lama, namun sesungguhnya kegiatan "tracking" dan pemetaan hasil riset memang biasanya dilaksanakan tiga hingga enam tahun setelah riset selesai dilakukan.

Kenapa kegiatan "tracking" penelitian ini diperlukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia?
"Tracking¿ hasil penelitian Riset Kompetitif ini sesungguhnya berguna untuk melihat mutu penelitian melalui monitoring dan evaluasi publikasinya.

Selain itu, kegiatan ini berguna untuk pengembangan database teks lengkap sehingga mampu menghadirkan kemudahan akses hasil riset yang efektif dan efisien.

Selanjutnya kegiatan "tracking" bertujuan juga untuk mempromosikan memetakan hasil-hasil Riset Kompetitif sebagai bahan masukan untuk proses pengambilan keputusan dan penyusunan strategi penelitian di lingkungan
LIPI.

Sebenarnya masyarakat berhak bertanya apakah sebenarnya Riset Kompetitif atau yang belakangan berubah nama menjadi Program Kompetitif itu.

Menurut website LIPI, saat ini LIPI memang melakukan beberapa program penelitian selain Program Kompetitif, yakni Penelitian Tematik, PenugasanKhusus, Penelitian Program Peningkatan Kompetensi Individu dan
Pengembangan Kelembagaan.

Program Kompetitif sendiri didefinisikan sebagai salah satu program yang dibuat LIPI yang ditetapkan secara "top down dan outputnya" diarahkan untuk memberi sumbangan bagi solusi masalah nasional dan atau pengembangankeilmuan strategis sekaligus bertujuan untuk efisiensi alokasi dan penggunaan sumberdaya.

Khalayak patut memberi apresiasi bagi kerja pustakawan yang telah mengumpulkan sekitar  579 judul riset kompetitif yang dibiayai oleh LIPI sejak tahun 2003 ini.

Peneliti yang terdiri dari pustakawan dan ¿subject specialist¿ itu
kemudian mengumpulan dokumen yang masih tersebar, melakukan alih media menjadi bentuk elektronik, membuat ringkasan eksekutifnya dan memetakan hasilnya serta dan menyebarkannya.

Kegiatan ini secara lebih luas bisa dikatakan sebagai implementasi Manajemen Pengetahuan, seperti definisi Manajemen Pengetahuan versi Tiwana (2000) dalam ¿Knowledge Management Audit¿ karya Ningky Munir (2008).

Disitu disebutkan bahwa Manajemen Pengetahuan adalah  pengelolaan pengetahuan organisasi untuk menciptakan nilai dan menghasilkan keunggulan bersaing atau kinerja prima.

Lewat kegiatan "tracking" ini maka bisa dilihat bahwa pengetahuan yang ada di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ini dikumpulkan, dianalisis, dikelola untuk dibagi lewat kemudahan akses serta dikemas kembali sesuai
dengan kebutuhan pengguna.

Untuk selanjutnya akumulasi pengetahuan yang dikumpulkan dan dikomunikasikan ini diharapkan berguna untuk proses pengambilan keputusan, meningkatkan produktivitas  organisasi dan mendorong inovasi.

Bila ada pertanyaan tentang sejauh mana hasil penelitian yang dilakukan LIPI mampu memberi dampak bagi masyarakat, dan apakah berguna dari segi keilmuan maupun bagi industri? Maka buku ini setidaknya mampu menjawabnya.

Buku "tracking" ini memuat 167 judul dari 220 judul Riset Kompetitif.

Dari sekian judul Riset Kompetitif  menghasilkan 579 publikasi dalam berbagai jenis dokumen seperti artikel, jurnal nasional & internasional, makalah, prosiding nasional dan internasional.  Selain menghasilkan publikasi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan dan paten.

    
Kualitas penelitian
Menurut kepala Pusat Dokumentasi & InformasiI Ilmiah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI) Sri Hartinah, melalui "tracking" ini diharapkan hasil-hasil penelitian yang setumpuk itu bisa dilakukan evaluasi.

"Dari hasil tracking maka bisa dilihat kualitas penelitian, bila penelitian banyak dikutip dan dipublikasikan di level nasional dan internasional, artinya penelitian ini layak dilanjutkan," kata Sri, yang mendapat master Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan UniversitasIndonesia  dan pernah melakukan riset dan studi banding di Melbourne,
Australia.

Mencuplik sekilas isi buku, pada bidang Domestikasi Keanekaragaman Hayati Indonesia nomor 003 berjudul Domestikasi Ikan Pelangi Sulawesi Telmatherina Ladigesi Melalui Aplikasi Habitat Buatan, 2005-2007 karya
Said, Djamhuriyah S dari Pusat Penelitian Limnologi LIPI.

Judul penelitian ini ternyata mendapat publikasi sebanyak delapan  berupa seminar, konferensi nasional dan jurnal.  
Sementara itu ada beberapa penelitian yang mendapat publikasi hingga 12 kali dalam kurun waktu empat
tahun itu (2003-2007).

Buku setebal 494 halaman ini disusun secara alfabetis berdasar sub program, judul penelitian, ringkasan eksekutif, kemudian diikuti dengan karya tulis ilmiah yang dihasilkan.

Meski dibuat dengan format sangat sederhana dengan cover tipis biasa namun buku ini dilengkapi dengan Indeks Peneliti Utama, Indeks Penulis Publikasi dan Indeks Kata Kunci serta petunjuk pemakaian.

Kedepan mungkin kegiatan "tracking" harus lebih banyak dilakukan, utamanya untuk lembaga-lembaga penelitian yang berada di bawah koordinasiKementerian Riset dan Teknologi seperti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Ya, sudah selayaknya bila kemajuan perkembangan teknologi yang mengusung konsep aktual, global, serentak dan interaktif ini harus diiringi dengankolaborasi efektif antar elemen.


*) Kepala Pusat Data & Riset, Perum LKBN ANTARA


(A025)

Pewarta: Dyah Sulistyorini

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2012