Pekanbaru (Antara Kalbar) - Satelit Terra dan Aqua mendeteksi kemunculan 1.046 titik api atau hotspot di daratan Sumatera yang  terbanyak berada di Provinsi Riau yakni 963 titik tersebar di berbagai kabupaten/kota.

"Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan sebelumnya," kata Kepala Badan Mateorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin, kepada Antara di Pekanbaru, Sabtu.

Sementara itu, Satelit NOAA 18, menurut rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, pada Jumat (28/2) hanya mendeteksi 138 titik api di Sumatera dan di Riau ada sebanyak 70 "hotspot".

Menurut pantauan NOAA, titik api tersebut tersebar dihampir seluruh wilayah kabupaten/kota di Riau.

Sementara hasi rangkuman data selama Februari 2014, Satelit NOAA 18 telah merekam sebanyak 2.208 titik panas di Sumatera dan di Riau ada sebanyak 1.272 titik.

Terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis yaknin 312 titik, Pelalawan (198 titik), Dumai (174), Siak (147), Indragiri Hilir (130), dan di Kabupaten Rokan Hilir ada sebanyak 110 "hotspot".

Kemudian di Kabupaten Kepulauan Meranti NOAA mendeteksi 91 titik panas, Kampar (49 titik), Indragiri Hulu (29), dan Kuantan Singingi ada sebanyak 16 titik.

Paling sedikit titik panas berada di Kabupaten Indragiri Hulu yakni 29 titik dan di Rokan Hulu 14 titik, serta Kota Pekanbaru hanya dua titik sepanjang Februari 2014.

Pewarta: Fazar Muhardi

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014