Pontianak (Antara Kalbar) - Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Kalbar memprediksikan Kalimantan Barat akan mengalami tekanan inflasi pada Mei ini.
"Diperkirakan juga masih relatif terkendali meskipun ada risiko yang patut diwaspadai terutama menghadapi bulan Ramadhan," kata Kepala KPw BI Kalbar, Dwi Suslamanto di Pontianak, Kamis.
Dia menjelaskan, berdasarkan pola historis bulan Mei selama tiga tahun terakhir, terlihat ada potensi komoditas seperti sawi hijau, ikan kembung, udang basah, ikan tongkol, kacang panjang dan beras naik.
"Komoditas yang terlihat di tiga tahun terakhir tersebut berpotensi besar muncul sebagai penyumbang inflasi," katanya.
Dengan potensi yang dihadapi berupa inflasi dikatakan Dwi, Bank Indonesia dan TPID di seluruh Kalbar sedang dan akan melakukan upaya stabilisasi harga dalam jangka pendek.
Upaya tersebut di antaranya melakukan pengecekan gudang dan pasar untuk memantau kondisi stok dan harga bahan pangan tertentu. Selanjutnya mempercepat realisasi raskin Bulog khususnya di daerah sekitar kota sample inflasi agar mengurangi tekanan permintaan di kota sample inflasi tersebut.
"Kita akan memastikan juga terjaganya ekspektasi masyarakat dengan penyebarluasan pasar pendamping terutama dekat pasar tradisional," katanya.
Dwi menambahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan terutama soal harga tiket di mana di Kalbar soal harga tiket sangat sensitif terutama di perayaan hari besar atau keagamaan.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016