Pontianak (Antara Kalbar) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Kalimantan Barat meluncur Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) berbasis website dengan nama Enggang Kalbar, guna memudahkan masyarakat mengetahui informasi harga pangan di berbagai pasar di kabupaten/kota se-Kalbar.

"Hadirnya PIHPS juga merupakan bagian dari upaya TPID Kalimantan Barat dan TPID kabupaten/kota dalam mengendalikan inflasi di daerah. Dengan mengetahui informasi harga maka masyarakat paham dan tahun harga di pasar di mana mereka tinggal," ujar Ketua TPID Kalbar M Zeet Hamdy Assovie saat peluncuran website di Pontianak, Selasa.

M Zeet juga menyampaikan di dalam website tersebut masyarakat dapat mengetahui harga terbaru dari harga pangan strategis seperti beras, gula dan lainnya.

"Kemudian di website kita tampilan cara layanan SMS untuk mengetahui harga. Selain itu konten informasi terbaru soal TPID dan informasi inflasi dan ekonomi di Kalbar juga tersedia," kata Sekretaris Daerah Pemprov Kalbar itu.

Untuk layanan informasi harga komoditas melaui SMS, menurut dia sangat mudah. Masyarakat hanya perlu menuliskan harga#nama komoditi#nama kota atau kabupaten dan dikirim melalui nomor handphone 082226663322.

"Dengan layanan infromasi berbasis website dan layanan SMS masyarakat dengan mudah kapan dan di mana pun tahu kabar harga pangan terbaru di pasar," kata dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Dwi Suslamanto mengatakan pihaknya yang juga berkepentingan dan andil dalam pengendalian inflasi di Kalbar menjelaskan bahwa hadirnya Enggang Kalbar dan layanan SMS informasi harga akan sangat membantu masyarakat.

"Hal tersebut juga merupakan bagian dari mitigasi Bank Indonesia Kalbar yang juga merupakan bagian dari TPID dalam hal pengendalian inflasi di Kalbar," katanya.

Dwi menambahkan dengan adanya layanan SMS ibu rumah tangga dengan sangat mudah mengetahui harga di pasar.

"Masyarakat juga bisa membanding harga pasar yang satu dengan yang lainnya," kata dia.

(KR-DDI/N005)

Pewarta: Dedi

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016