Pontianak  (Antara kalbar) - Warga desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, terancam mengalami penundaan menerima beras miskin, setelah KM Setia Jaya 2 GT.109 yang membawa 62,730 ton beras tenggelam di perairan Sungai Durian.

"Kejadiannya, kapal tersebut tenggelam pada 14.30 Rabu kemarin. Sampai saat ini kapal masih belum bisa dievakuasi," kata Kepala bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Suhadi di Pontianak, Jumat.

Untuk kronologis kejadiannya, kata dia, kapal yang mengangkut beras untuk rakyat miskin tersebut berangkat dari Bulog Kalbar sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian pada pukul 14.30 WIB, saat memasuki perairan kecamatan Sungai Raya, ketika akan bersandar di pelabuhan Sungai Durian, kapal tersebut mengalami kebocoran pada sisi haluan depan bagian kiri dan kanan.

Mengetahui kapal tersebut mengalami kebocoran, nakhoda beserta ABK lantas menepikan kapal dan melakukan usaha untuk menyelamatkan kapal dan muatan.

"Namun hingga sekitar pukul 18.00 wib kapal dan muatan tidak dapat diselamatkan. Diketahui, kapal tersebut dinakhodai oleh Syarkawi dan memuat beras raskin Bulog lebih kurang 62,730 ton (1.256 karung masing-masing 50 kilogram)," tuturnya.

Untuk kerugian material diperkirakan lebih kurang Rp300 juta lebih untuk nilai sedangkan nilai kapal yang tenggelam sebesar Rp200 juta.

"Sampai saat ini kita sudah melakukan olah TKP dan masih menyelidiki penyebab kebocoran kapal tersebut," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kubu Raya, Nursyam Ibrahim mengatakan dirinya belum menerima adanya laporan tenggelamnya kapal pengangkut raskin untuk Kubu Raya tersebut.

"Selama ini, kita memang melakukan pendataan untuk warga penerima raskin, namun untuk pengalokasiannya sudah ada petugas tersendiri yang berada di luar dari dinas kita. Untuk informasi itu kita memang belum mendengarnya," kata Nursyam.

Namun, dia mengatakan pihaknya akan mencari informasi lebih jauh terkait peristiwa tersebut. Karena dengan tenggelamnya kapal itu, maka pasokan raskin untuk masyarakat penerimanya, kemungkinan akan terlambat.

"Yang jelas, ini akan kita koordinasikan dengan Bulog nantinya," kata Nursyam.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Rusman Ali mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan langkah berikutnya.

"Saya minta masyarakat untuk bersabar, karena saya yakin jatah raskin untuk masyarakat akan tetap dibagikan," katanya.

Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, pihak dari Bulog Kalbar masih belum bisa dikonfirmasi sehingga masih belum ada penjelasan atas peristiwa ini.

(U.KR-RDO/N005)

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016