Putussibau (Antara Kalbar) - Kepala Bulog Putussibau Halpid Handi Agus mengungkapkan kebutuhan beras miskin di wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sebanyak 214 ton per bulannya dimana jumlah tersebut berdasarkan kebutuhan masing-masing desa di setiap kecamatan.

"Jadi masing-masing kecamatan itu tidak sama jumlahnya, tergantung pagu serta kebutuhan masyarakat, yang paling besar kebutuhan di Kecamatan Selimbau mencapai 19 ton, sedangkan kebutuhan terkecil di Kecamatan Empanang sebanyak 2,8 ton," kata Agus di Putussibau, Selasa.

Menurut Agus, dalam pendistribusian raskin tersebut dilakukan setiap bulan hingga ke titik distribusi yang telah disepakati dengan pihak kecamatan ataupun desa. Jauh da dekatnya jarak titik distribusi tidak mempengaruhi harga raskin yang telah ditetapkan sebesar Rp1.600/kg.

Jikapun di tingkat desa harga raskin tidak sesuai harga eceran tertinggi yang ditentukan itu sudah di luar kewenangan pihak Bulog. Namun, Agus mengaku sudah sering kali menghimbau agar tim raskin di desa tidak menaikkan harga Raskin yang memberatkan masyarakat.

"Tugas kami mengantarkan sampai titik distribusi yang telah disepakati bisa di kecamatan bisa juga langsung ke desa, itu tergantung kondisi di lapangan," tuturnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan dalam memenuhi kebutuhan raskin di Kapuas Hulu, Bulog mendatangkan beras melebihi dari jumlah kebutuhan untuk stok lima bulan, hal tersebut merupakan salah satu langkah antisipasi, apalagi gudang Bulog Putussibau bisa menampung hingga dua ribu ton, saat ini stok beras raskin yang masih tersedia sebanyak 1.000 ton.

Selain itu Agus juga menegaskan dalam pendistribusian raskin dirinya melakukan pengawasan apabila ada staf yang bermain atau melakukan penyimpangan Agus mengaku dengan tegas akan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku, bahkan langsung dilaporkan kepada Bulog pusat.

"Pengawasan tetap kami lakukan dan ada sanksi tegasnya, meskipun selama ini belum pernah terjadi namun perlu diantisipasi," tegas Agus.

Pewarta: Timotius

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016