Pontianak  (Antara Kalbar) - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, sederet keberhasilan dan prestasi Pemkot Pontianak, selama dua periode dia memimpin, tetapi tidak terdengar ke Pemerintah Pusat.

"Pemerintah pusat hanya tahu, hanya Kota Surabaya, Bandung yang punya prestasi, dan kalau di Kalimantan cuma di Balikpapan," kata Sutarmidji di Pontianak, Senin.

Ia menjelaskan, padahal Kota Pontianak, sangat banyak sekali prestasi, mulai dari inovasi yang digagasnya, inovasi pelayanan publik, pelayanan anti diskriminasi di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, hingga ke layanan-layanan inovasi lainnya.

"Kalau masalah kebersihan di Pontianak petugas sapu jalan itu cuma tiga jam bekerjanya dan hasilnya Pontianak bersih, tapi di Surabaya petugasnya itu, bekerja selama 24 jam nonstop," ungkapnya.

Artinya, menurut Sutarmidji kesadaran masyarakat Kota Pontianak lebih baik dari di Kota Surabaya. Tapi pemerintah pusat tahunya hanya Surabaya.

Wali Kota Pontianak menambahkan, kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan, berawal dari ketegasan pembuat aturan dalam menindak pelanggar aturan tersebut.

"Saya lihat sudah tidak ada yang berani buang sampah di TPS di atas pukul 06.00 WIB, karena selama ini bagi masyarakat yang membuang sampah di atas jam yang telah ditentukan itu, maka akan ditindak tegas," katanya.

Sutarmidji menambahkan, saat ini Pemkot Pontianak menjadi barometer tata kelola yang baik dalam pelayanan pada publik, seperti standar layanan publik terbaik, inovasi terbaik, pelayanan perizinan tercepat, efisiensi dan efektivitas anggaran dan lainnya.

"Hal itu, terus kami tumbuh kembangkan sehingga Pontianak ini bisa menjadi laboratorium tata kelola pemerintahan yang baik di Indonesia," katanya.

(U.A057/Y008)

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016