Sukadana (Antara Kalbar) - Warga di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, sejak awal tahun kesulitan membeli bahan bakar minyak jenis premium. Sejumlah kios-kios mini yang biasa menjual bahan bakar subsidi tersebut, kini jarang mendapatkan pasokan.
    Muhtarudin, salah satu pemilik kios di Desa Sutera Kecamatan Sukadana mengungkapkan, premium menghilang sejak awal Januari 2017 dan hingga saat ini belum ada kabar pasokan premium untuk dirinya dan beberapa kios kios kecil di Sukadana.
    Menurut dia, di Kabupaten Kayong Utara,  jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU terbatas sehingga membuat Pemkab Kayong Utara mengeluarkan kebijakan khusus yakni pedagang kecil dan agen diperbolehkan menjual bahan bakar dengan menggunakan jerigen.
    Setelah menghilang dari pasaran, pedagang terpaksa menjual bahan bakar jenis pertalite yang harganya lebih tinggi atau setara dengan Rp9.000 per liter.
    Pertalite yang saat ini dijual oleh pedagang kecil diperoleh dengan membeli sendiri tanpa melalui agen minyak yang direkomendasikan oleh Pemkab Kayong Utara.
    Dari beberapa informasi yang dihimpun, kelangkaan bahan bakar jenis premium disebabkan oleh adanya penangkapan agen BBM oleh aparat penegak hukum sehingga pasokan bahan bakar menjadi terkendala.
    "Pertalite lebih mahal dan masyarakat masih enggan menggunakannya," katanya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi di Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kayong Utara masih belum dapat keterangan resmi terkait kelangkaan premium di Sukadana.



Pewarta: Doel Wibowo

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017